Apa Sih Awan Itu?
Partikel air yang banyak ini biasanya berbentuk dalam wujud es atau bahkan hanya berwujud tetesan air yang bergabung dan membentuk gumpalan. Partikel-partikel air ini terbentuk dari pencairan uap air yang berjumlah sangat banyak dan besar.
Proses pengembunan awan pada intinya adalah perubahan bentuk dari partikel air tadi yang berada di atmosfer menjadi beberapa bentuk seperti ada, debu, garam laut atau Nacl, belerang dioksida atau bahkan dapat menjadi benda mikroskopik yang memiliki sifat higroskopik dengan ukuran 0,001 10 mikrometer.
Pada umumnya pasti melihat awan berwarna putih dalam keadaan cuaca yang cerah dan kemudian akan melihat awan berwarna abu-abu bahkan hingga abu-abu gelap jika akan turun hujan. Fenomena-fenomena tersebutlah yang menjadi perbedaan antara jenis awan satu dengan awan yang lainnya. Hal itu disebabkan karena masing-masing jenis awan memiliki karakteristik yang berbeda pula, bergantung pada daya tampung air yang dapat diangkut oleh awan tersebut serta seberapa tinggi atau rendah suhu yang awan tersebut bawa.
Proses Terbentuknya Awan
Jika kita perhatikan bersama, awan memiliki bentuk yang berbeda dan selalu berubah. Hal ini karena bentuknya disesuaikan dengan kondisi atmosfer. Proses pembentukan awan berawal dari uap air yang menguap ke udara.
Ketika di daratan terjadi penguapan dari air laut, danau, sungai atau lainnya akibat kenaikan suhu, terjadi perubahan menjadi uap air yang bergerak di udara. Saat udara naik ke atmosfer, tekanan udara berkurang dan menjadi lebih dingin daripada di daratan.
Nah proses pendinginan ini mampu membuat uap air yang berkumpul kemudian terbentuklah awan dari tetesan air kecil dan es kristal. Perlahan, air yang ada di awan pun akan menguap dan mencair sehingga bentuknya berubah.
Siapa yang Menemukan Awan?
Awan bukanlah suatu hal yang ditemukan oleh siapapun. Namun, awan hanya diberi nama dan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama Luke Howard Jr. Luke Howard Jr. sendiri merupakan salah satu ahli kimia yang berasal dari Inggris. Luke menggunakan konsepnya sendiri dalam mengelompokkan jenis-jenis awan kedalam beberapa kelompok, Luke mencantumkan konsep pengelompokkan awannya kedalam sebuah catatan yang ia beri judul “Essay on the Modification of Clouds”.
Jenis-jenis Awan yang ada di Langit
Sekitar tahun 1894, para ilmuwan dari Komisi Cuaca Internasional telah menyetujui dan sepakat untuk mengelompokkan awan menjadi empat kelompok utama, kelompok tersebut adalah kelompok awan tinggi, kelompok awan sedang, kelompok awan rendah, dan yang terakhir kelompok awan dengan fase perkembangan vertical.
Hal ini akan sangat berguna untuk mendeteksi cuaca yng akan terjadi kedepannya, mengingat awan memiliki hubungan yang erat dengan pergantian cuaca. Untuk mengecek dan mengukur cuaca yang akan terjadi, Sobat Grameds dapat menggunakan alat bantu yang bernama pemantau cuaca atau weather station.
A. Jenis Awan Berdasarkan Ketinggian
Dikutip dari Center For Science Education sebagian besar awan dibagi berdasarkan ketinggian awan di atas permukaan bumi yaitu awan tinggi, sedang, rendah. Berikut penjelasannya:
– Kelompok Awan Tinggi
Berada di ketinggian 5-13 km (16.000 – 43.000 kaki). Contohnya yaitu awan cirrus, cirrostratus, cirrocumulus
– Kelompok Awan Sedang
Berada di ketinggian 2-7 km (7.000 – 23.000 kaki). Contohnya yaitu awan altocumulus, altostratus
– Kelompok Awan Rendah
Berada di permukaan – 2 km (permukaan – 7.000 kaki). Contohnya yaitu awan strato cumulus, stratus, nimbostratus
– Kelompok Awan Perkembangan Vertikal
Berada di permukaan – 13 km (permukaan – 43.000 kaki). Contohnya yaitu cumulus, cumulonimbus
– Kelompok Awan yang tidak biasa
Awan yang terbentuk dengan cara yang unik dan tidak dikelompokkan berdasarkan ketinggian. Contohnya awan lenticular, kelvin-helmholtz, dan mammatus
– Awan Contrails
Berada di ketinggian 5-13 km (16.000 – 43.000 kaki). Contohnya awan contrail.
B. Jenis-jenis Awan dan Cirinya
Dari kelompok awan di atas, kita menemukan banyak nama jenis-jenis awan yang sejatinya memiliki ciri atau karakteristik berbeda satu sama lain. Berikut ini 10 jenis awan yang bisa kamu temukan.
1. Awan Cumulus
Awan cumulus adalah awan yang paling sering kamu lihat dan menjadi simbol dari semua awan. Kamu mungkin sering menggambar awan cumulus saat kecil. Warna awan ini putih, bentuknya halus seperti kembang kol, umumnya ada saat cuaca cerah.
2. Awan Stratus
Awan stratus sering terlihat seperti lembaran putih tipis yang menutupi seluruh langit. Karena sangat tipis, mereka jarang menghasilkan banyak hujan atau salju. Terkadang, di pegunungan atau perbukitan, awan ini tampak seperti kabut.
3. Awan Stratocumulus
Awan stratocumulus adalah awan abu-abu atau putih yang tidak merata yang sering memiliki penampilan seperti sarang lebah gelap. Biasanya ada di cuaca cerah, namun bisa hadir saat badai.
4. Altocumulus
Awan altocumulus memiliki beberapa lapisan putih atau abu-abu yang tidak merata, dan tampaknya terdiri dari banyak baris kecil riak halus. Mereka lebih rendah dari awan cirrus, tetapi masih cukup tinggi. Mereka terbuat dari air cair, tetapi awan ini tidak sering menghasilkan hujan.
5. Nimbostratus
Awan Nimbostratus adalah awan berwarna kelabu gelap yang tampak memudar menjadi hujan atau salju yang turun. Awan ini sangat tebal sehingga sering menghalangi sinar matahari. Biasanya ada saat cuaca mendung dengan hujan atau salju.
6. Altostratus
Awan altostratus adalah awan tingkat menengah abu-abu atau biru-abu-abu yang terdiri dari kristal es dan tetesan air. Awan ini biasanya menutupi seluruh langit menandakan hujan atau salju terus menerus.
7. Cirrus
Awan Cirrus adalah awan halus dan berbulu yang sebagian besar terbuat dari kristal es. Bentuknya yang tipis berasal dari arus angin yang memutar dan menyebarkan kristal es menjadi untaian. Awan ini hadir ketika perubahan cuaca sedang terjadi.
8. Cirrocumulus
Awan Cirrocumulus adalah awan tipis, kadang-kadang tambal sulam, seperti lembaran. Terkadang terlihat seperti penuh riak atau terbuat dari butiran kecil. Jika tinggal di daerah tropis, awan ini bisa menjadi pertanda datangnya badai.
9. Cirrostratus
Awan Cirrostratus adalah awan putih tipis yang menutupi seluruh langit seperti selubung. Awan ini sering terlihat di musim dingin dan dapat menyebabkan munculnya lingkaran cahaya di sekitar matahari atau bulan.
10. Cumulonimbus
Awan cumulonimbus hadir pada hari-hari panas ketika udara hangat dan basah naik sangat tinggi ke langit. Dari jauh, awan ini terlihat seperti gunung atau menara besar.
Sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://www.gramedia.com/best-seller/jenis-awan/
- https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6029916/10-jenis-jenis-awan-serta-cirinya-dari-cumulus-hingga-cirrus



