Manfaat Puasa Telah Dibuktikan Ilmuwan Amerika Serikat
Sudah banyak penelitian tentang manfaat puasa ini. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan sekelompok ahli nutrisi dari University of Southern California, Amerika Serikat.
Menurut guru besar Ilmu Biologi dan Penuaan universitas itu, Profesor Valter Longo, berpuasa bisa memberikan cukup waktu untuk membentuk sel baru yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.
Dalam laporan penelitiannya, para ilmuwan berkesimpulan bahwa berpuasa selama tiga hari dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, terutama bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Selain itu, berpuasa dapat memperbaiki ketahanan tubuh manula yang terus menurun karena faktor usia.
” Jika sistem sel tubuh Anda rusak parah akibat pengobatan kemoterapi atau melalui proses penuaan, dengan berpuasa ia mampu mengembalikan sel baru yang lebih baik,” ucap Valter.
Puasa secara rutin juga dapat menambah sel darah putih dalam tubuh. Dengan meningkatnya sel darah putih dapat membantu memperbaiki sistem ketahanan tubuh seseorang.
Temuan terpenting para ilmuwan itu, puasa dapat menghindarkan seseorang pada risiko penyakit kanker dan tumor. Sebab, berpuasa dapat menurunkan enzim PKA, enzim pemicu kanker dan tumor.
Riset Ilmuwan Rusia Sebut Puasa Dapat Panjangkan Umur
salah satu manfaat puasa yang diungkap oleh riset sains adalah dapat memperpanjang umur. Kesimpulan ini dipahami dari hasil riset Vladimir Nikitin, seorang ilmuwan Rusia.
Penelitian ini berawal dari hasil pengamatannya terhadap kondisi fisik orang Indonesia. Dia merasa heran mengapa banyak orang Indonesia bertubuh gemuk padahal mereka sering melakukan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah.
Akhirnya dia melakukan penelitian dengan menjadikan tikus sebagai objek penelitiannya. Dia mengambil sampel lima kelompok tikus. Masing-masing pola makan kelompok ini diatur dan berbeda antara satu sama lainnya.
Ada yang diberi makan setiap hari, ada pula yang dipuasakan. Bahkan ada yang tidak diberikan makan sama sekali. Kelompok tikus pertama dipuasakan Senin dan Kamis, kelompok kedua dipuasakan model puasa Daud, dan kelompok tikus ketiga dipuasakan setiap hari tanpa ada sahur dan berbuka, dan kelompok tikus berikutnya diberi makan setiap hari.
Hasilnya, ternyata tikus yang diberi makan setiap hari, usianya hanya mencapai 2,5 tahun. Sedangkan kelompok tikus yang berpuasa setiap hari tanpa diberi makan usianya tidak lama. Sementara kelompok tikus yang berpuasa Senin-Kamis dan berpuasa Daud usianya relatif mencapai usia empat tahun. Maka dengan penelitiannya itu, Vladimir menyimpulkan berpuasa dapat membuat panjang umur.
Beberapa Ilmuwan Barat Juga Akui Manfaat Puasa Bagi Kesehatan
Manfaat puasa bagi kesehatan juga diakui oleh sejumlah ilmuwan barat. Mereka mengenalnya sebagai “intermittent fasting” atau puasa intermiten (berjeda).
Penelitian terbesar di dunia yang dilakukan oleh keluarga Buchinger Wilhelmi selama 100 tahun menunjukkan bahwa puasa sangat baik untuk kesehatan,” kata mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banjarnegara itu.
Berpuasa pada bulan Ramadhan, memiliki banyak manfaat dan menyehatkan jasmani maupun rohani, Bahkan, berpuasa sangat menyehatkan bagi semua umur.
banyak penelitian di dalam maupun luar negeri yang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan mental, fisik, dan sosial yang lengkap, sehingga bukan sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.
Sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://www.dream.co.id/lifestyle/manfaat-puasa-telah-dibuktikan-ilmuwan-amerika-serikat-170517v.html
- https://islamdigest.republika.co.id/berita/rm6ovz366/riset-ilmuwan-rusia-sebut-puasa-dapat-panjangkan-umur
- https://ramadhan.republika.co.id/berita/r9va5z414/ilmuwan-barat-juga-akui-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-ini-buktinya-part1

