Sumur resapan memudahkan air hujan terserap ke dalam tanah. Aliran air di permukaan tanah juga bisa diminimalisir. Di daerah-daerah yang berpotensi banjir, sumur resapan membantu mengurangi risiko tersebut. Lalu, bagaimana kerja sumur ini dan apa langkah-langkah membuatnya? Simak ulasannya melalui pembahasan berikut ini.
- Memahami Istilah Sumur Resapan
- Cara Kerja Sumur Resapan
- Manfaat Sumur Resapan
- Menambah Cadangan Air Tanah
- Mengurangi Risiko Banjir
- Mencegah Intrusi Air Laut
- Mencegah Penurunan Lahan
- Cara Membuat Sumur Resapan di Rumah
- Jenis-Jenis Sumur Resapan
Memahami Istilah Sumur Resapan

Semakin berkurangnya lahan hijau di sekitar pemukiman, terutama di wilayah perkotaan, membuat penyerapan air ke dalam tanah semakin sulit. Dampak langsung yang dirasakan masyarakat adalah banjir, terutama jika debit air makin tinggi. Hal ini biasanya terjadi pada musim hujan. Dampak tidak langsung adalah menipisnya stok cadangan air yang bisa digunakan.
Sumur resapan adalah salah satu teknik yang ditujukan untuk mengurangi aliran air di permukaan tanah ketika musim hujan. Melalui lubang seperti sumur ini, air hujan akan langsung masuk ke dalam tanah dan memiliki waktu lebih banyak untuk terserap. Dengan demikian, jumlah cadangan air tanah pun lebih banyak.
Prinsip utama sumur ini adalah memperluas bidang penyerapan. Teknik konservasi air ini merupakan upaya manusia untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengembangkan daya guna air. Caranya adalah dengan menambah besar tampungan air tanah, mengurangi dimensi jaringan drainase, mencegah intrusi air laut, dan mengurangi tingkat pencemaran tanah.
Menyadari pentingnya hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun sekitar 500 sumur resapan air di seluruh wilayah ibukota pada 2019. Dikutip dari Tirto, jumlah ini adalah hasil yang dicapai dari target 1.330 sumur yang ingin dibuat di Jakarta.
Cara Kerja Sumur Resapan

Caption: Begini cara kerja sumur resapan dan efektivitasnya menampung air hujan yang turun.
Perlu diketahui, sumur resapan berbeda dengan sumur air yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sumur resapan berguna untuk memasukkan air ke dalam tanah, sedangkan sumur air adalah lubang untuk mengambil air dari dalam tanah. Karena perbedaan fungsi tersebut, konstruksi dan kedalaman pun berbeda.
Konsep dasar yang diterapkan pada sumur resapan adalah memberikan kesempatan atau jalan pada air hujan secara mudah untuk masuk ke dalam tanah. Hal ini biasanya terjadi pada lahan yang kedap air atau sulit ditembus. Supaya makin efektif, sumur dibuat dekat dengan saluran air hujan dari atap rumah.
Setelah air masuk ke dalam sumur, air akan meresap ke dalam tanah. Hal ini dimudahkan karena konstruksi sumur dibuat sedemikian rupa sehingga air masuk dengan mudah. Karena berbentuk tampungan air, waktu yang dimiliki untuk masuk pun lebih lama. Semakin dalam sumur yang dibangun, peresapan air ke dalam tanah pun akan semakin optimal.
Manfaat Sumur Resapan

Sebagian orang mungkin belum familier dengan sumur resapan, apalagi membuatnya sendiri di rumah. Pasalnya, fungsi sumur ini sebenarnya telah berjalan dengan alami dalam kondisi lingkungan yang masih hijau. Namun, karena saat ini wilayah pemukiman minim pohon, kemampuan tanah menyerap air pun berkurang drastis.
Untuk mengatasi itu, sumur resapan menjadi salah satu solusi yang efektif. Berikut manfaat sumur lainnya yang wajib diketahui.
-
Menambah Cadangan Air Tanah
Dilansir dari BBC, kajian resmi pemerintah memprediksi bahwa Jawa akan kehilangan hampir seluruh sumber air bersih pada 2040 mendatang. Bahkan untuk sekadar makan dan minum, stok air yang tersedia tidak lagi mencukupi. Ini adalah salah satu alasan yang diajukan saat wacana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan mencuat.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi berkurangnya stok air tanah adalah memperbanyak sumur resapan. Dengan konstruksi yang sesuai fungsinya, sumur akan menjadi sumber cadangan air baru yang dibutuhkan.
-
Mengurangi Risiko Banjir
Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan kehadiran sumur resapan adalah mengurangi limpasan air hujan yang mengalir ke pembuangan. Semakin banyak air yang mengalir di permukaan tanah, risiko banjir akan semakin besar.
Jika di titik-titik tersebut ada sumur , air akan langsung masuk ke dalam tanah dan tidak berkumpul di badan air seperti sungai. Dengan berkurangnya aliran air di permukaan, genangan pun dapat dicegah.
-
Mencegah Intrusi Air Laut
Intrusi adalah perembesan air laut atau cairan lain ke dalam lapisan tanah sehingga ada percampuran. Semakin banyaknya air hujan yang mengalir di permukaan tanah dan bermuara ke laut dapat berakibat pada terjadinya intrusi air laut, terutama pada daerah-daerah yang berada di dekat pesisir pantai.
Adanya intrusi dapat mencemari kualitas air tanah yang tersedia. Seperti diketahui, air laut bukan merupakan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika stok air tanah tercemar, manusia pun tidak bisa lagi mengambilnya.
-
Mencegah Penurunan Lahan
Akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, lahan sekitar bisa mengalami penurunan atau amblas. Tinggi permukaan tanah semakin berkurang. Jika ini terjadi di daerah Jakarta pasti akan semakin berisiko. Pasalnya, tinggi permukaan tanah di kota metropolitan ini rata-rata turun sekitar 12 cm per tahun. Informasi ini berasal dari kajian Badan Geologi Kementerian ESDM yang dikutip dari liputan6.com.
Cara Membuat Sumur Resapan di Rumah

Anda bisa membuat sendiri sumur di pekarangan rumah. Jika masing-masing orang memiliki sumur sendiri, dampaknya pasti akan signifikan. Namun, perhatikan beberapa persyaratan standar yang harus dipenuhi sebelum membuatnya.
- Lokasi tanah yang digunakan untuk membuat sumur harus datar, tidak bergelombang, atau labil.
- Ada jarak dengan tempat penimbunan sampah, baik organik maupun anorganik. Jarak sumur dengan septic tank minimum 5 meter dari tepi. Jarak dari pondasi bangunan sekitar 1 meter.
- Struktur tanah harus memiliki permeabilitas tanah atau kemampuan menyerap air yang lebih besar atau sama dengan 2 cm/jam. Ini berarti bahwa genangan air dengan tinggi 2 cm akan surut pada waktu 1 jam.
Nah, setelah persyaratan itu terpenuhi, begini cara membuat sumur yang sederhana di rumah sendiri.
- Gali lubang dengan diameter 80-100 cm. Kedalaman lubang adalah 1,5 meter. Kedalaman sumur tidak boleh mencapai atau melebihi muka air tanah.
- Perkuat dinding sumur dengan menggunakan buis beton, pasangan bata kosong atau pasangan batu kosong. Kegunaannya adalah untuk menahan agar dinding sumur tidak longsor.
- Buat saluran water inlet yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari talang air ke sumur resapan. Bahan yang digunakan adalah pipa paralon.
- Buatlah saluran pembuangan water outlet dari sumur menuju selokan. Saluran ini penting untuk mengeluarkan limpahan air apabila sumur resapan kelebihan air. Idealnya, ketinggian pipa pembuangan harus lebih daripada tinggi permukaan air selokan. Hal ini untuk menghindari masuknya air selokan ke dalam sumur jika hujan deras.
- Isi bagian bawah sumur dengan koral setebal 15 cm.
- Tutup bagian atas sumur dengan plat beton. Setelah itu plat bisa ditutup dengan tanah. Dengan konstruksi ini, sumur lebih aman.
Supaya konstruksi sumur semakin ideal dan manfaatnya optimal, perhatikan spesifikasi berikut ini:
- Penutup sumur harus menggunakan plat beton bertulang dengan tebal 10 cm atau plat beton tidak bertulang dengan tebal yang sama. Plat beton tidak bertulang memiliki bentuk cembung dan tidak boleh ada beban di atasnya.
- Dinding sumur bagian atas bisa menggunakan batu bata merah, batako, serta campuran satu bagian semen dan empat bagian pasir. Dinding sumur diplester dan diaci semen.
- Pengisi sumur adalah batu pecah dengan ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah dengan ukuran 5-10 cm, ijuk, dan arang. Beri rongga saat menyusun pecahan batu ini.
- Saluran air hujan bisa menggunakan pipa PVC dengan diameter 110 mm, pipa beton diameter 200 mm, atau pipa beton setengah lingkaran dengan diameter 200 mm.
Tips Rumah.com
Perhatikan jenis tanah lahan yang menjadi tempat sumur resapan. Tiap jenis tanah memiliki daya serap air yang berbeda-beda.
Jenis-Jenis Sumur Resapan

Jika dilihat dari segi pembuatnya, sumur resapan terbagi atas 2 jenis, yaitu sumur individu dan sumur kolektif. Sumur individu adalah sumur resapan yang dibuat sendiri untuk kebutuhan pribadi. Biaya pembuatan serta pemeliharaan pun ditanggung pemilik sumur.
Sementara itu, sumur kolektif adalah sumur yang dibangun bersama dalam satu kawasan tertentu. Sumur dapat dibuat tiap 10 rumah, satu blok, satu RT, atau batasan lain.
Selain itu, sumur juga dapat dibedakan berdasarkan bentuknya, yaitu:
- Sumur yang menggunakan susunan batu bata atau batu kali pada bagian dinding. Bagian dasar diisi batu belah dan ijuk.
- Sumur tanpa pasangan batu pada dinding sumur. Dasar sumur pun tidak diisi batu belah dan ijuk.
- Sumur tanpa pasangan batu pada dinding sumur. Namun, bagian dasar sumur diisi batu belah dan ijuk.
- Sumur yang menggunakan beton sebagai dinding. Namun, bagian dasar tidak diisi dengan batu belah dan ijuk.
sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://www.rumah.com/panduan-properti/manfaat-membuat-sumur-resapan-dan-panduan-membuatnya-di-rumah-26458
