Halo (dari bahasa Yunani ἅλως[1][2]) adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.
Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.
Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.
Sejarah
Aristoteles telah meneliti halo dan fenomena langit lain di zamannya.[6] Penggambaran halo yang rumit pertama kali di Eropa ditulis oleh Christoph Scheiner di Roma (sekitar 1630), Hevelius di Danzig (1661), dan Tobias Lowitz di St Petersburg (sekitar 1794). Pengamat Tiongkok telah mencatat penampakan halo selama berabad-abad. Dalam catatan “Sejarah Resmi Dinasti Chin” (Chin Shu) tahun 637 bab Astronomi, terdapat bagian berjudul ‘Sepuluh Halo’ (shih yün). Dalam bab tersebut, tercatat 26 istilah-sitilah yang berkaitan dengan penampakan halo di Tata Surya.[7]
Pengertian Halo Bulan
Kita sudah pernah membahas mengenai fenomena langka yang terjadi pada matahari, yakni halo matahari. Lalu, ada pula halo bulan. Apa sih sebenarnya halo bulan itu? Apakah sama dengan halo matahari? Ya, dua peristiwa ini memiliki nama yang sama jadi peristiwa ini juga sama, hanya beda objek saja. Halo bulan merupakan peristiwa atau fenomena yang menggambarkan cahaya bulat di sekitar bulan. Hal ini tentu pernah kita lihat karena fenomena halo bulan terkadang nampak dengan sangat jelas. Pada saat peristiwa halo bulan ini terjadi, biasanya langit terlihat bersih sehingga cahayanya yang berwarna- warni terlihat dengan jelas.
Penyebab Terjadinya Halo Bulan
Fenomena halo bulan ini terjadi karena adanya berbagai faktor. Kita flashback ke bahasan halo matahari. Penyebab halo matahari ini karena adanya beberapa hal seperti cahaya matahari, kristal es yang berada di awan cirrus. Lalu, apakah halo Bulan memiliki faktor penyebab yang sama? Jawabannya, ya.
Fenomena halo bulan dan halo bulan memiliki faktor penyebab yang sama. Perbedaannya hanya pada sumber cahaya. Pada peristiwa halo bulan, cahaya bersumber dari cahaya bulan itu sendiri. Halo bulan disebabkan karena adanya kristal es yang bentuknya batang dan prisma berada di awan cirrus yang dingin dan berada di ketinggian 5 hingga 10 km di atas lapisan troposfer. Terjadinya fenomena halo bulan sangat bergantung pada bentuk dan juga arah kristal es tersebut.
Proses Terjadinya Halo Bulan
Fenomena halo bulan terjadi karena beberapa proses. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa halo bulan akan terjadi apabila ada kristal es yang berada di awan cirrus. Lalu bagaimanakah prosesnya hingga tercipta cahaya indah yang mengitari bulan tersebut? Berikut merupakan beberapa proses terjadinya cahaya yang mengitari bulan atau yang biasa dikenal dengan halo bulan:
- Terdapat sinar bulan
Fenomena halo bulan diawali dari adanya cahaya bulan karena cahaya itulah yang menjadi pokok dari terjadinya halo bulan ini. jadi peristiwa halo bulan biasanya terjadi dan bisa dilihat dari bumi ketika cahaya bulan sedang terang benderang tidak redup.
- Sinar bulan kemudian direfleksikan atau dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma
Kristal- kristal es yang berada di awan cirrus ada yang berbentuk batang atau prisma atau mungkin yang lainnya. Nah, halo bulan terjadi ketika sinar bulan mengenai kristal es yang berbentuk batang dan prisma.
- Sinar bulan menjadi pecah ke dalam beberapa warna akibat efek dispersi udara
Ketika sinar bulan mengenai bentuk kristal yang batang maupun prisma, cahaya bulan akan terpecah ke dalam beberapa warna seperti pada proses terjadinya pelangi.
- Pecahan sinar tersebut dipantulkan ke arah tertentu
Kemudian sinar bulan yang terpecah ke dalam beberapa warna tersebut dipantulkan ke arah tertentu (di sekitar bulan) dan terlihat seperti cincin cahaya di sekitar bulan tersebut.
Nah itulah beberapa langkah dari proses terjadinya fenomena halo bulan. Selain melalui proses tersebut, halo bulan juga bisa terjadi karena terdapat debu- debu berlian atau kristal es pada saat cuaca sangat dingin ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan bumi dan memantulkan cahaya.
Halo Matahari
Profesor riset astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin menuliskan dalam tulisan di blognya, cincin yang melingkari Matahari bisa disebut halo. Penampakan halo ini merupakan cincin pelangi.
“Halo disebabkan adanya kristal es di awan Cirrus yang membiaskan cahaya matahari seperti prisma,” tulis Thomas dikutip Selasa 1 Oktober 2019.
Dia menuturkan, cahaya yang terurai tampak membentuk cahaya pelangi yang melingkari matahari.
“Warna hitam di antara matahari dan cincin hanya akibat efek kontras saja,” jelas Thomas.
Dalam kondisi yang sangat dingin di awan Cirrus tersebut dapat berbentuk kristal-kristal es. Wilayah yang kebetulan mataharinya terhalang oleh awan cirrus tersebut akan melihat fenomena halo.
Nah itulah fenomena halo Matahari yang menyumbangkan pemandangan indah bagi manusia. Fenomena halo Matahari terkadang tidak berlangsung lama karena seiring kepergian awan cirrus maka cahaya indah tersebut juga akan hilang. Demikianlah penjelasan mengenai fenomena halo Matahari. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Dampak Halo
Fenomena halo merupakan fenomena optik yang terjadi karena sebab- sebab alam. Sebenarnya tidak ada dampak khusus dari terjadinya fenomena ini selain efek keindahan. Fenomena halo ini adalah fenomena optis yang berkaitan dengan cahaya dan bisa dilihat dari bumi. Cahaya yang dihasilkan juga tidak mengandung radiasi yang bisa mengganggu kesehatan manusia.
Sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Halo_(fenomena_optis)
- https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/fenomena-halo-bulan
