Introvert, Ekstrovert, Ambivert: Apa Definisi dan Perbedaannya ?

Setiap manusia memiliki jenis kepribadian yang berbeda-beda dan unik. Tuhan memang menciptakan manusia dengan beragam watak dan kepribadian. Jenis kepribadian inilah yang akan menentukan bagaimana seseorang tersebut berpikir,bersikap, berinteraksi dalam kesehariannya.

Dalam ilmu psikologi, banyak ilmu yang membahas tentang tipe kepribadian. Ada yang mengatakan, kepribadian manusia tidak bisa diubah dan sudah dibentuk sejak bayi. Kepribadian manusia ini sesungguhnya bisa dipelajari dan ada manusia yang memiliki kesamaan karakter dengan manusia lain.

Untuk itu, jangan asal melabeli diri sendiri sebagai seorang introvert, ekstrovert, atau ambivert. Berikut definisi dan perbedaan ketiganya

 

1. Introvert

Konsep introvert dan ekstrovert pertama kali dicetuskan oleh psikiater asal Swiss bernama Carl Jung. Ia percaya bahwa beberapa orang bisa mendapatkan energi dari dunia eksternal (ekstrovert) dan lainnya mendapatkan energi dari dunia internal (introvert).

Definisi introvert sendiri adalah seseorang yang bisa menyerap energi ketika sedang sendiri memilih ketenangan untuk refleksi. Mereka tidak menolak menghabiskan waktu bersama satu atau dua orang terdekatnya.

Mereka kadang membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energinya setelah berinteraksi di lingkungan sosialnya. Mereka juga cenderung tidak suka omongan basa-basi, dan lebih memilih percakapan yang lebih berarti. Berikut ciri-ciri kepribadian introvert lainnya yang perlu kalian ketahui:

– Memilih kerja sendiri. Jika kalian merasa kerja kelompok terlalu berlebihan, tandanya kalian adalah seorang introvert. Orang introvert biasanya bekerja lebih efektif ketika mereka bekerja sendiri karena bisa lebih fokus.

– Introspektif dan ingin tahu. Sebelum merencanakan sesuatu, biasanya seorang introvert memilih untuk memikirkannya secara matang terlebih dahulu.

– Cara berpikir orang introvert memang lebih internal. Pola berpikir ini yang mendorong mereka untuk banyak melakukan riset dan refleksi diri sendiri.

– Sering dituduh melamun. Orang introvert biasanya melarikan diri dari situasi di sekitarnya dengan melamun atau membiarkan pikiran mereka bebas berkeliaran.

– Memilih menulis dibanding berbicara. Orang introvert lebih memilih untuk menuangkan pikirannya lewat tulisan daripada lisan, apalagi jika mereka sedang tidak siap.

Berikut ciri-ciri umum seorang introvert:

  1.     Kamu menikmati menghabiskan waktu sendirian.
  2.     Interaksi sosial terkadang membuat kamu lelah dan menguras tenaga.
  3.     Kamu lebih memilih melakukan pekerjaan sendiri.
  4.     Suka bergaul dengan beberapa orang terdekat daripada sekelompok besar orang.
  5.     Kamu memiliki dunia batin yang hidup dan kesadaran diri yang tinggi.
  6.     Kamu sering terjebak di dalam pikiranmu.
  7.     Lebih memilih untuk tetap berada di luar atau belakang layer.
  8.     Kamu tidak selalu tahu harus berkata apa kepada seseorang.
  9.     Lebih baik menuangkan pikiran dalam bentuk karya dibandingkan berbicara.
  10.     Kamu merasakan sesuatu lebih dalam, baik dalam hubungan dan minat kamu.
  11.     Suka mencari makna dari segala sesuatu.

Kelebihan Tipe Kepribadian Introvert

  1.     Kamu berpikir sebelum berbicara.
  2.     Pendengar yang aktif.
  3.     Teliti dan jeli.
  4.     Lebih mudah mandiri.
  5.     Kamu membuat pertemanan yang intimate dan berkualitas.
  6.     Hormat terhadap banyak hal.
  7.     Kamu bisa menjadi pasangan hidup yang sangat baik.
  8.     Berorientasi pada detail.
  9.     Pemimpin yang hebat.
  10.     Kamu bisa menjadi mediator yang baik dan memecahkan masalah.
  11.     Dalam banyak hal, kamu didorong oleh apa tujuanmu.
  12.     Kamu bisa jadi sumber penyemangat.
  13.     Kreatif.

Kekurangan tipe kepribadian Introvert

  1.     Terlalu menghabiskan waktu sendiri.
  2.     Selalu dikira tidak tertarik terhadap orang lain.
  3.     Banyak memilih diam.
  4.     Tidak berpartisipasi di lingkungan sosial.
  5.     Tidak memiliki relasi atau jaringan.
  6.     Mudah mengalami depresi.
  7.     Sistem imun yang lemah.
  8.     Lebih sulit untuk percintaan.

 

2. Ekstrovert

Ekstrovert sering didefinisikan sebagai “life of the party”. Mereka sangat tertarik dengan interaksi sosial, bahkan bisa mengambil energi dari situasi tersebut.

Ahli saraf mengatakan ekstrovert lebih responsif terhadap stimulasi dari luar karena otak mereka mengeluarkan lebih banyak dopamine di tengah situasi sosial. Dopamine sendiri adalah senyawa kimia di otak yang menyebabkan rasa senang dan puas. Berikut ciri-ciri kepribadian ekstrovert lainnya:

– Tidak suka menyendiri. Ekstrovert tidak suka menyendiri karena mereka merasa keadaan tersebut justru menguras energi mereka. Mereka mengisi ulang energi justru dengan berada di tengah orang banyak.

– Senang berada di tengah orang banyak. Beda dengan introvert, ekstrovert justru merasa nyaman berkumpul dalam kelompok besar. Mereka bahkan tidak segan menjadi pemimpin di kerja kelompok dan kegiatan sosial setelah kerja.

– Memiliki banyak teman. Orang ekstrovert lebih mudah mendapatkan teman baru karena mereka merasa nyaman dengan energi orang lain. Mereka juga memiliki jaringan sosial yang luas dengan banyak kenalan.

– Outgoing dan optimis. Ekstrovert kadang disebut sebagai orang yang bahagia, positif, ceria, dan ramah. Mereka jarang terlalu memikirkan kesulitan dalam hidup.

– Tidak khawatir dengan risiko. Orang ekstrovert kadang suka melakukan tindakan yang berisiko. Jika tindakan tersebut berhasil dan risikonya terbayarkan, mereka akan merasa sangat puas.

Keuntungan Tipe Kepribadian Extrovert

  1.     Terbuka dalam banyak hal.
  2.     Berkembang dengan mudah.
  3.     Memiliki banyak motivasi.
  4.     Terus mencari pengalaman baru.
  5.     Menarik perhatian.
  6.     Asertif dan aktif.
  7.     Responsif.
  8.     Memiliki banyak pendapat atau argumen.

Kekurangan Tipe Kepribadian Extrovert

  1.     Mudah bosan.
  2.     Dipandang cerewet.
  3.     Sulit merasakan sesuatu dengan dalam.
  4.     Kurangnya waktu untuk diri sendiri.
  5.     Selalu ingin bersosialisasi.
  6.     Sangat butuh teman
  7.     Terlalu terbuka dengan orang lain.
  8.     Terlalu bersemangat terhadap berbagai hal.
  9.     Dianggap selalu percaya diri.
  10.     Sering dinilai tukang modus.
  11.     Sering dinilai selalu Bahagia padahal tidak
  12.     Sering dianggap sebagai pribadi yang terlalu membutuhkan orang lain.

 

3. Ambivert

Sesungguhnya introvert dan ekstrovert adalah sebuah spektrum. Artinya, tidak semua orang 100% memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert, tapi justru berada di tengah-tengah.

Kalian bisa saja berada lebih dekat dengan sisi introvert atau ekstrovert. Jika kalian merasa tidak cocok dengan deskripsi kedua kepribadian tersebut, kemungkinan besar kalian adalah seorang ambivert.

Kepribadian ambivert bisa condong ke sisi introvert atau ekstrovert tergantung pada situasi yang mereka hadapi. Berikut ciri-ciri kepribadian ambivert yang perlu kalian ketahui:

– Pendengar yang baik. Ekstrovert mungkin lebih banyak bicara dan introvert lebih banyak melihat dan mendengar. Tapi ambivert tahu kapan harus bicara dan kapan harus menjadi pendengar.

– Bisa mengatur perilaku. Kepribadian ambivert bisa menyesuaikan perilakunya tergantung dari orang dan lingkungan di sekelilingnya.

– Merasa nyaman di situasi sosial, tapi juga menghargai waktu menyendiri. Jika mendapat undangan pesta dari temannya, seorang ambivert mungkin akan memikirkan pro dan kontra dari acara tersebut. Mereka bisa saja memilih untuk pergi atau tidak.

– Memiliki empati yang tinggi. Kepribadian ambivert bisa menjadi pendengar yang baik dan mengerti situasi seseorang. Jika seorang temannya mengalami masalah, ambivert akan mendengar dan memberi pertanyaan mendalam untuk membantu menyelesaikan masalah.

– Bisa menyediakan keseimbangan. Di situasi sosial, seorang ambivert bisa memberikan keseimbangan yang diperlukan. Mereka bisa saja menjadi orang pertama yang memecahkan kesunyian dan membuat orang lain yang lebih introvert menjadi lebih nyaman untuk berbicara.

Ciri-Ciri Tipe Kepribadian Kepribadian Ambivert

  1. Beberapa orang melihat saya aktif dalam dunia sosial namun juga tidak terlalu banyak berbicara.
  2. Suka melakukan tugas sendiri atau dalam kelompok.
  3. Interaksi sosial tidak membuat kamu tidak nyaman, tetapi kamu terlalu lelah berada di sekitar banyak orang.
  4. Tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian dalam waktu yang lama.
  5. Tidak suka banyak menghabiskan tenaga, tetapi terlalu banyak waktu luang membuat kamu merasa bosan.
  6. Kamu suka merenung tetapi kamu juga suka menuangkan aspirasimu itu.
  7. Tidak mudah percaya sesuatu tapi suka mengambil resiko.
  8. Sendirian bisa terasa bosan, di kerumunan orang kamu merasa lelah.
  9. Pendengar dan komunikator yang baik.
  10. Memiliki kemampuan untuk mengatur dan menyeimbangi.
  11. Empati datang secara alami dalam diri kamu.
  12. Ambivert dapat menunjukkan bahwa mereka mengerti orang lain.

Keuntungan Tipe Kepribadian Ambivert

Mampu menyeimbangkan ekstraversi dan introversi.

  1.     Fleksibel
  2.     Stabil
  3.     Intuitif

Kekurangan Tipe Kepribadian Ambivert

  1.     Perlu merencanakan segala sesuatu bahkan hanya untuk berbincang dengan orang lain.
  2.     Sering menyetujui sesuatu yang mereka belum rasa pasti.
  3.     Perlu suasana hati yang tepat.
  4.     Tidak yakin dengan kepribadian mereka.
  5.     Mudah merasa lelah saat banyak melakukan sosialisasi.
  6.     Sering mengalami kesulitan saat membuat suatu perencanaan.
  7.     Sering terlihat ambigu.
  8.     Kepribadiannya sulit ditebak.
  9.     Sulit membuat suatu keputusan.

 

Sumber :

  • https://www.uma.ac.id/
  • https://wolipop.detik.com/love/d-4803879/introvert-ekstrovert-ambivert-apa-definisi-dan-perbedaannya
  • https://www.gramedia.com/best-seller/tipe-kepribadian-introvert-extrovert-ambivert/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *