Kelangkaan air saat ini terjadi di banyak tempat, termasuk pula di beberapa wilayah Indonesia. Mereka yang berada di pelosok harus berjalan berkilometer untuk bisa mendapatkan air. Itu juga belum tentu bersih dan aman dikonsumsi. Sementara itu di kota-kota besar, dengan dibangunnya banyak gedung tinggi, jumlah air yang dapat dikonsumsi masyarakat juga ikut berkurang.
Air merupakan zat yang sangat rentan dicemari oleh kuman dan berbagai virus.Bila kamu menggunakan air tercemar untuk mencuci, memasak, mandi, bahkan diminum. Tentu hal ini akan membahayakan diri jika dilakukan dalam kurun waktu lama.
Perlu diketahuia bahwa ternyata, banyak sekali kotoran yang terkandung dalam air tercemar meski hanya berukuran satu gayung.
Beberapa virus/kuman yang ada di dalam air kotor antara lain:
- Salmonella
Selain di dalam makanan, bakteri salmonella pun dapat terkandung di dalam air.Apabila seseorang mengonsumsi air yang telah terkontaminasi bakteri ini, maka Ia dapat diserang berbagai penyakit seperti dehidrasi, sakit perut, diare, dan juga demam. Lebih parah lagi, bagian usus orang tersebut bisa saja terkenan infeksi.
- E.coli
mungkin kamu tidak mengetahui asal-muasal air yang bermuara di rumah atau sekitarnya. Bisa saja tadinya air tersebut mengalir dari sebuah kali yang berisikan kotoran hewan dan manusia.
Air yang tidak dijernihkan/dibersihkan itu bisa mengandung bakteri bernama E.coli. yang berasal dari kotoran-kotoran tersebut. Bila sampai tertelan oleh seseorang dan terinfeksi maka ia pun bisa terjangkit penyakit diare bahkan disertai darah.
- Hepatitis A
Hepatitis A merupakan penyakit mengerikan yang ditimbulkan oleh virus dengan nama serupa. Selain terkandung di dalam bahan makanan mentah, virus satu ini pun terdapat dari air yang telah terkontaminasi. Akibatnya Seseorang bisa mengalami penurunan fungsi hati.
Penurunan fungsi hati sendiri dapat diketahui dari gejalan sebagai berikut:
- Demam dan tubuh terasa sangat lelah;
- Tidak nafsu makan;
- Nyeri perut di daerah hati;
- Kulit perlahan berubah warna menjadi kekuningan.
Ada beberapa metode yang sudah umum dilakukan sebagai cara membuat saringan air. Beberapa cara tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan Pemutih
Pemutihan air kerap dilakukan untuk mengubah kondisi air keruh menjadi lebih jernih. Cara ini bisa dilakukan hanya untuk air yang kadar cemarannya tidak terlalu tinggi dan juga kekeruhannya tidak parah.
Salah satu bahan yang umum digunakan dalam proses penjernihan air ialah tawas. Biasanya senyawa ini digunakan untuk menjernihkan air sungai untuk keperluan sehari-hari agar warnanya tidak terlalu keruh.
Caranya adalah:
- Campurkan tawas dengan sekitar 5 liter air bersih;
- Tuangkan cairan tawas ke dalam tempat penampungan air;
- Aduk-aduk;
- Diamkan hingga keesokan harinya.
2. Penjernihan Air secara Kimia
Proses penjernihan air dengan cara disinfeksi kimia, umum digunakan untuk air-air di dalam tangki atau sumur. Banyak bahan yang digunakan untuk proses penjernihan ini antara lain ozon, kuprisulfat, klor, dan yang paling dikenal masyarakat ialah Ca(OCl)2 alias kaporit.
Kaporit juga disebut-sebut digunakan PDAM untuk menjernihkan air yang didistribusikan ke masyarakat sebagai air minum. Hanya diperlukan 1 gram kaporit untuk menjernihkan 100 liter air.
Bila digunakan berlebihan, maka kandungan kimia di dalam air semakin banyak dan tentu berbahaya bagi tubuh. Bila air di rumah memiliki ciri seperti itu, hindarilah untuk mengonsumsinya!
3. Tablet Klorin
Pemurnian air juga dapat dilakukan dengan menggunakan tablet klorin atau yang kerap disebut halazone. Biarpun harganya cukup mahal namun tablet ini disebut ampuh menjernihkan air dalam jumlah tak terlalu banyak. Tapi, Cara penjernihan air seperti ini mengakibatkan air menjadi sedikit memiliki bau.
4. Filtrisasi
Filter atau saringan merupakan teknologi yang cukup canggih namun terjangkau untuk melakukan penyaringan air. Ada beberapa jenis filter air yang dapat digunakan yaitu UV dan juga keramik. Saat air masuk ke dalam saringan, bakteri dan juga zat-zat lainnya ditahan menggunakan katalis.
5. Penjernihan Air dengan Filter Keramik
Material keramik bermanfaat sebagai penyaring air yang sangat baik. Setelah dilengkapi dengan karbon aktif dan nano silver, material ini dapat dengan ampuh membunuh senyawa mikroorganisme di dalam air. Senyawa kimia berbahaya yang larut dalam air hingga aroma tak sedap pun bisa hilang bila disaring dengan filter ini.
6. Penjernihan Air dengan Filter UV
Seiring berjalannya waktu, teknologi penjernihan air pun semakin baik dan berkembang. Sekarang ini orang-orang sudah dapat menggunakan filter berteknologi sinar ultraviolet (UV).
Penjernihan air yang menggunakan filter UV disebut sangat aman, sebab Gelombang UV yang dipancarkan dapat membunuh 99% kuman yang terkandung di dalamnya. Selain kuman, mikroorganisme lainnya seperti spora, virus, dan bakteri pun bisa mati dengan paparan gelombangnya. Ada dua jenis filter penjernihan air dengan sinar UV, yaitu Low Pressure UV dan Medium Pressure UV.
7. Penyulingan Air
Bahan-bahan yang diperlukan di antaranya ialah:
- Pemanas air;
- Pipa atau selang air;
- Wadah atau botol berukuran besar.
Siklus penyulingan yang juga kerap disebut sebagai destilasi ini ialah:
- Air terkontaminasi direbus dengan suhu konstan sehingga menghasilkan uap-uap air;
- Uap Air yang terkumpul tersalur lewat pipa ke dalam wadah penampungan;
- Air yang terkumpul di dalam wadah bisa dikonsumsi atau digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Cara Membuat Saringan Air dari Drum
Cara membuat saringan air sederhana secara alami ini, memanfaatkan bahan-bahan berikut:
- Ijuk
- Pasir halus
- Batu alam
- Kerikil
- Arang dari batok kelapa
- Sabut kelapa
- Drum
Cara Membuat Saringan Air dari Ijuk Sederhana
Nah, tiap bahan yang digunakan dalam metode penjernihan air ini sendiri memiliki fungsinya.
- Batu kerikil, batu alam, dan juga sabut kelapa memiliki fungsi untuk menyaring kotoran berukuran besar seperti lumut, daun, atau hewan.
- Ijuk dan arang berfungsi menyaring serta menghilangkau aroma tak sedap dari air hingga zat tercemar di dalamnya.
Bahan yang perlu dipersiapkan adalah:
- Botol plastik bekas yang telah dicuci, potong menjadi dua bagian, gunakan bagian atasnya yang berlubang;
- Ijuk;
- Batu kerikil;
- Arang;
- Penopang botol;
- Kain kassa/kain lap/spons;
- Wadah tampungan air
Begini tahap atau cara membuat saringan air ijuk sederhana:
- Ambil botol yang telah dibagi dua, masukkan kain kassa/kain lap/spons pada bagian paling bawah.
- Lanjutkan untuk masukkan ijuk ke dalamnya, tekan-tekan hingga padat.
- Masukkan arang dilanjutkan sabut kelapa kemudian tekan kembali hingga memadat.
- Tuangkan kerikil ke dalamnya hingga terisi penuh.
- Berikan penyangga agar alat penjernihan air sederhana ini dapat berdiri dengan baik.
- Tempatkan wadah di bagian bawah mulut botol untuk menampung air yang telah disaring.
Sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://berita.99.co/cara-membuat-saringan-air/




