Benarkah Keturunan Faktor Penyebab Anak Introvert ?

Faktor genetik alias keturunan disebut sebagai salah satu penyebab anak introver. Apakah hal tersebut sesuai dengan fakta medis?

Introver atau biasa dikenal dengan introvert identik dengan seseorang yang punya kepribadian penyendiri dan pendiam

Introver adalah jenis kepribadian yang cenderung lebih fokus terhadap perasaan dan pikiran di dalam diri sendiri, daripada dunia luar yang disesaki berbagai jenis orang. Bukan berarti para introver tidak menyukai orang lain, bukan pula mereka pemalu dan kesepian, mereka hanya lebih senang “sibuk” dengan isi kepala dan perasaannya sendiri.

Menurut riset yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information, jenis kepribadian berkaitan dengan gen penghasil dopamin. Gen yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya ini diduga memengaruhi kepribadian seseorang. Oleh sebab itu, bisa dikatakan introver adalah kepribadian yang berpotensi dimiliki seseorang sejak lahir. Karenya, fenomena introvert keturunan sangat mungkin terjadi.

 

Faktor Lain yang Menyebabkan Anak Introvert

Gaya pengasuhan
Jenis pendidikan yang diterima
pergaulan dengan orang-orang dan lingkuran luar
Pengalaman hayati, terutama pada masa kecil

Bisakah Mencegah Anak Terlahir Introvert?

Menilik fakta medis soal pengaruh faktor keturunan dalam pembentukan jenis kepribadian seseorang, orangtua dengan kepribadian introvert tentu tidak bisa mencegah anak “terlahir” dengan kepribadian serupa.

Namun, apabila ingin meminimalkan potensi anak berkembang sebagai introver,  Ayah dan Bunda bisa saja memilah dan memilih lingkungan sosial yang tepat bagi si kecil. Saat Ayah dan Bunda memberikan lingkungan dan stimulasi yang cocok untuk perkembangan seorang ekstrovert, mungkin saja anak bisa terhindar dari sifat introvert.

 

Meski begitu, pertanyaannya, perlukah mencegah anak menjadi seorang introver? Pada dasarnya tidak perlu, karena setiap jenis kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seorang introver tidak berarti lebih buruk dibandingkan ekstrovert. Orang dengan kepribadian introver memiliki kemampuan mendengar, mengobservasi, dan berpikir yang menonjol. 

 

Tapi jika memiliki anak introvert, ajarkan si kecil teknik relaksasi  sehingga bisa membantu mereka lebih tenang menghadapi hal yang dirasa tidak nyaman. Contohnya, saat mengunjungi pesta ulang tahun yang ramai.

Apabila mereka merasa stres dan ingin “mundur” dari situasi yang tidak nyaman, hormati dan hargailah pilihan mereka tanpa paksaan apa pun.

Jangan lupa, berikan apresiasi ketika anak introvert sudah berusaha, misalnya ketika mencoba datang di acara yang dihadiri banyak orang baru. Hal ini bisa memberikan dorongan semangat bagi si kecil untuk memberanikan diri di kesempatan berikutnya.

Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang introver. Ayah dan Bunda hanya perlu mengenali dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh anak introvert keturunan.

Ketika anak merasa diterima dan didukung apa adanya, mereka lebih mudah menerima dirinya sendiri dan menjadi lebih bahagia. Ketika anak merasa bahagia, tentu mereka lebih mudah mengembangkan potensinya dan bisa lebih sukses menjalani kehidupan di masa depan.

 

Sumber :

  • https://www.uma.ac.id/
  • https://bakri.uma.ac.id/apa-penyebab-introvert/
  • https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/penyebab-anak-introvert-benarkah-menurun-dari-orangtua

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *