saat sekarang ini, banyak calon mahasiswa yang sebelum memilih dan masuk untuk menimbah ilmu ke perguruan tinggi banyak mempertimbangkan dari segala aspek, selain karena akreditasi, mutu, bahkan fasilitas. calon mahasiswa juga menilai berdasarkan hasil ranking atau pemeringkatan dari berbagai lembaga. berikut beberapa badan/lembaga yang menilai suatu perguruan tinggi
1. Ditjen Dikti Kemendikbudristek
Ditjen Dikti Kemendikbudristek merupakan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sehingga dapat menentukan standar kualitas pendidikan tinggi nasional. Ditjen Dikti Kemendikbud memiliki empat aspek penilaian untuk menetapkan ranking perguruan tinggi nasional. Empat aspek tersebut adalah sebagai berikut:
a. Input, aspek yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan mahasiswa sebuah perguruan tinggi. Dalam aspek ini, Ditjen Dikti melakukan penilaian berdasarkan persentase dosen dengan jabatan lektor kepala dan guru besar, persentase dosen berpendidikan S-3, rasio jumlah dosen dengan jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen yang bekerja sebagai praktisi di industri selama minimum enam bulan.
b. Proses, aspek yang berkaitan dengan kualitas perguruan tinggi berdasarkan pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (akreditasi). Dalam aspek ini, Ditjen Dikti melakukan penilaian berdasarkan akreditasi program studi (prodi) sebuah perguruan tinggi, kerja sama perguruan tinggi terkait, pembelajaran daring perguruan tinggi terkait, kelengkapan laporan perguruan tinggi terkait di pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti), jumlah prodi di perguruan tinggi terkait yang sudah melaksanakan program Merdeka Belajar, jumlah mahasiswa perguruan tinggi terkait yang mengikuti program Merdeka Belajar, dan jumlah prodi perguruan tinggi terkait yang bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan Non-Governmental Organization (NGO).
c. Output, aspek yang menitikberatkan kepada capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh sebuah perguruan tinggi. Dalam aspek ini, Ditjen Dikti menilai sebuah perguruan tinggi berdasarkan jumlah artikel terindeks setiap dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, dan jumlah prodi yang sudah memperoleh akreditasi atau sertifikasi internasional.
d. Outcome, aspek yang menitikberatkan kepada capaian kinerja jangka panjang sebuah perguruan tinggi. Dalam aspek ini, Ditjen Dikti menilai sebuah perguruan tinggi berdasarkan kinerja inovasi, jumlah paten setiap dosen, jumlah sitasi setiap dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi terkait yang sudah mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu enam bulan
2. QS World University Rankings
QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). QS World University Rankings sebelumnya dikenal sebagai THE-QS World University Rankings, bekerja sama dengan majalah Times Higher Education (THE) untuk menerbitkan tabel liga internasional dari tahun 2004-2009 sebelum keduanya mulai mengumumkan versi mereka sendiri.
QS kemudian memilih untuk tetap menggunakan metodologi yang sudah ada sementara THE mengadopsi yang baru. Sistem QS sekarang terdiri dari keseluruhan dan juga terdiri dari subjek peringkat global, bersama lima regional independen (Asia, Amerika Latin, Eropa dan Asia Tengah, Wilayah Arab, dan BRICS) Ini adalah satu-satunya peringkat internasional yang telah menerima persetujuan dari International Ranking Expert Group (IREG), dan dari jenis yang dipandang sebagai salah satu yang paling banyak dibaca, bersama dengan Academic Ranking of World Universities and Times Higher Education World University Rankings. Namun, alokasi beban yang tidak semestinya untuk indikator subjektif dan memiliki hasil yang sangat fluktuatif adalah kritik utama dari perangkingan ini.
Kebutuhan untuk ranking internasional perguruan tinggi dirasa penting untuk tujuan Britania Raya pada Desember 2003 menurut tinjauan Richard Lambert dalam kolaborasi universitas-industri di Inggris untuk HM Treasury, Kementerian Keuangan dari Britania Raya. Di antara rekomendasinya adalah peringkat universitas dunia, seperti yang Lambert utarakan akan membantu Britania Raya untuk mengukur peringkat global universitasnya tersebut. Penghargaan untuk ide peringkat diambil dari buku Ben Wildavsky, The Great Brain Race: Bagaimana Perguruan Tinggi Global Membentuk kembali Dunia, untuk kemudian diperiksa kembali naskahnya oleh Times Higher Education (THE), John O’Leary.
THE memilih untuk bermitra dengan perusahaan pendidikan dan penyaran karier Quacquarelli Symonds (QS) untuk memasok data, menunjuk Martin Ince, yang sebelumnya wakil editor dan kemudian kontraktor untuk THE, untuk mengelola proyek. Antara 2004 dan 2009, QS menghasilkan peringkat dalam kemitraannya dengan THE.
Pada tahun 2009, THE mengumumkan mereka akan menghasilkan peringkat mereka sendiri, Times Higher Education World University Rankings, dalam kerjasamanya dengan Thomson Reuters. THE mengutip dengan tegas kelemahan dalam metodologi pemeringkatan, serta pilih kasih yang dirasakan dalam metodologi yang ada untuk ilmu pengetahuan daripada humaniora, sebagai dua alasan utama keputusan untuk berpisah dengan QS.
QS menahan kekayaan intelektual di peringkat sebelumnya dan metodologi yang digunakan untuk mengkompilasi mereka dan terus menghasilkan peringkat berdasarkan metodologi yang ada, yang sekarang disebut QS World University Rankings. THE menciptakan metodologi baru dengan Thomson Reuters, dan diterbitkan pertama kali Times Higher Education World University Rankings pada bulan September 2010.
Informasi selengkapnya mengenai QS World University Rangking kalian dapat mengaksesnya di website resminya https://www.topuniversities.com
3. UniRank/4ICU
UniRank adalah direktori pendidikan tinggi internasional dan mesin pencari yang menampilkan ulasan dan peringkat lebih dari 13.600 Universitas dan Kolese yang diakui secara resmi di 200 negara.
UniRank saat ini termasuk lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia yang memenuhi persyaratan berikut:
- Secara resmi diakui , dilisensikan dan / atau diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti Kementerian Pendidikan Tinggi atau organisasi akreditasi yang diakui pemerintah.
- secara resmi dilisensikan atau diotorisasi untuk memberikan setidaknya gelar sarjana empat tahun (Gelar Sarjana) dan / atau gelar pascasarjana (Gelar Master dan Doktor).
- Menyediakan kursus pendidikan tinggi terutama dalam format pembelajaran tatap muka tradisional yang disampaikan melalui fasilitas di tempat.
Semua profil Universitas dan Sekolah disertakan dan diperbarui secara gratis. Informasi selengkapnya mengenai UniRank kalian dapat mengaksesnya di website resminya https://www.4icu.org
4. Times Higher Education World University Rangkings
Times Higher Education World University Rangkings adalah publikasi tahunan peringkat universitas oleh majalah Times Higher Education (THE). Penerbit telah berkolaborasi dengan Quacquarelli Symonds (QS) untuk mempublikasikan peringkat THE – QS World University Rankings dari 2004 hingga 2009 sebelum beralih ke Thomson Reuters untuk sistem peringkat baru dari 2010-2013. Majalah ini menandatangani kesepakatan baru dengan Elsevier pada tahun 2014 yang sekarang memberi mereka data yang digunakan untuk menyusun peringkat.
Publikasi ini sekarang terdiri dari peringkat dunia secara keseluruhan, subjek, dan reputasi, di samping tiga tabel liga regional, Asia, Amerika Latin, dan BRICS & Negara Berkembang yang dihasilkan oleh bobot yang berbeda.
Peringkat THE sering dianggap sebagai salah satu peringkat universitas yang paling banyak diamati bersama dengan Peringkat Akademik Universitas Dunia dan Peringkat Universitas Dunia QS. Dipuji karena memiliki metodologi peringkat baru yang ditingkatkan sejak 2010; Namun, merongrong lembaga pengajaran non-sains dan non-Inggris dan mengandalkan survei reputasi subyektif adalah di antara kritik dan kekhawatiran.
Informasi selengkapnya mengenai UniRank kalian dapat mengaksesnya di website resminya https://www.timeshighereducation.com
5. Webometrics Ranking of World Universities
Webometrics Ranking of World Universities adalah inisiatif untuk mempromosikan dan membuka akses publikasi ilmiah guna meningkatkan kehadiran akademik dan lembaga-lembaga penelitian di Situs Web.
Peringkatan dimulai pada tahun 2004 dan didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi Web, visibilitas dan dampak dari publikasi web sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima.
Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli, penyedia Web indikator universitas dan pusat penelitian di seluruh dunia. Pendekatan yang mempertimbangkan berbagai kegiatan ilmiah diwakili di situs akademik yang sering diwakilkan dengan penggunaan indikator bibliometrik.
Informasi selengkapnya mengenai Webometrics kalian dapat mengaksesnya di website resminya https://www.webometrics.info
6. Academic Ranking of World Universities
Academic Ranking of World Universities atau disingkat ARWU yang dikompilasi oleh Universitas Jiao Tong Shanghai adalah peringkat dari sebuah institusi Pendidikan Tinggi atau lembaga pendidikan tinggi menurut rumusan bobot peringkat yang dipergunakan adalah:
- Para alumninya adalah pemenang Hadiah Nobel dan Piala penghargaan (10 persen)
- Para staf pengajar adalah memenangi Hadiah Nobel dan Piala penghargaan (20 persen)
- Melakukan penelitian yang dikutip dalam 21 kategori subyek luas” (20 persen)
- Jumlah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmu pengetahuan Alam dan Sains (20 persen)
- Dalam Indeks Citation, Indeks Citation Ilmu Sosial, Indeks Citation dalam Seni dan Kemanusiaan (20 persen)
- Kinerja akademik per kapita dari sebuah lembaga (10 persen) (sebagaimana telah dikutip dalam majalah The Economist )
Metodologi yang ditetapkan dalam artikel akademis oleh pencetusnya adalah CC Liu dan Y. Cheng . Liu dan Cheng menjelaskan bahwa tujuan awal melakukan peringkatan ini adalah “untuk mengetahui kesenjangan antara universitas dan perguruan tinggi Cina dengan universitas terbaik dunia, terutama dari segi akademis atau penelitian kinerja.” pembuatan peringkatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2003.
Informasi selengkapnya mengenai Academic Ranking of World Universities kalian dapat mengaksesnya di website resminya http://www.shanghairanking.com/
7. UI GreenMetric
UI GreenMetric adalah acara publikasi tahunan peringkat universitas di dunia yang dilaksanakan oleh UI GreenMetric. UI GreenMetric adalah salah satu program dari Universitas Indonesia. UI GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.
Pada tahun 2009, Universitas Indonesia mengadakan sebuah konferensi nasional mengenai pemeringkatan universitas di dunia. UI mengundang beberapa ahli dalam bidang pemeringkatan tersebut, seperti Aguillo dari Webometrics, Angela Yung-Chi Hou dari HEEACT, dan Alex Usher dari Higher Education Policy Canada. Hasil diskusi yang dilakukan saat konferensi, menghasilkan kesimpulan bahwa pemeringkatan telah digunakan untuk menjadi acuan standar bagi pengembangan universitas dibidang akademik.
Namun kriteria yang digunakan untuk penilaian universitas tidak memberikan apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan dalam mengurangi karbon, dan membantu mengurangi pemanasan global. Di Amerika terdapat sebuah sistem penilaian yang sudah meliputi informasi mengenai penghijauan dengan nama United States Green Report Card. Terdapat 322 universitas yang tergabung dalam United States Green Report Card.
Dalam penilaiannya United States Green Card menggunakan sistem nilai A sampai F. Universitas Indonesia melihat adanya kebutuhan untuk sistem yang cocok untuk menarik dukungan dari universitas yang ada di dunia dalam melakukan penghijauan dan hasil dari sistem menggunakan angka sehingga memudahkan untuk melakukan perbandingan antar universitas.
Oleh karena itu Rektor UI pada saat itu, Prof Gumilar Rusliwa Somantri, menugaskan kepada Prof Riri Fitri Sari untuk membuat suatu pemeringkatan universitas sedunia yang berbasis pada kinerja Kampus Hijau, untuk melanjutkan upaya mulia seperti pemeringkatan Webometric yang telah membuat upaya keterbukaan dokumen diimplementasikan diberbagai universitas. Pada tahun 2010, UI GreenMetric resmi didirikan oleh Universitas Indonesia
Sumber :
- https://www.uma.ac.id/
- https://bamai.uma.ac.id/2022/04/27/indikator-penilaian-universitas-terbaik-di-dunia/
- https://edukasi.sindonews.com/read/644041/211/mengenal-lembaga-pemeringkatan-perguruan-tinggi-terbaik-nomor-1-dari-indonesia-1640920358?showpage=all
