Satelit buatan merupakan benda-benda langit yang mengorbit bumi di angkasa luar yang sengaja dibuat manusia. Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada 4 Oktober 1957 dan memulai program Sputnik Rusia. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Sovioet dan Amerika.
Sputnik 1 membantu dalam mengidentifikasi kepadatan lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan ionisphere. Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1 juga memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit karena hilangnya tekanan dalam disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat melalui data suhu yang dikirimkannya ke bumi.
Macam-Macam Satelit Buatan
1. Satelit Komunikasi
Pernah nggak kamu kepikiran, kok kita bisa ya berkomunikasi jarak jauh dan internetan hampir kapan saja dan dimana saja? Yup, itu semua berkat jenis Satelit yang satu ini. Satelit komunikasi dibuat oleh manusia dengan tujuan telekomunikasi, makanya kita tetap bisa saling berkomunikasi walaupun berbeda lokasi, pulau, bahkan benua. Contoh Satelit komunikasi yang ada adalah Satelit Echostar 3 di Amerika Serikat dan satelit Palapa di Indonesia.
2. Satelit Cuaca
Satelit ini juga nggak kalah pentingnya bagi manusia loh, karena berfungsi sebagai monitor cuaca dan iklim di Bumi. Tanpa satelit cuaca, manusia tidak bisa memprediksi cuaca dengan akurat kalau akan terjadi sesuatu yang berkaitan dengan iklim atau cuaca, misalkan jika terjadi angin puting beliung dan kebakaran hutan. Contoh dari satelit cuaca adalah Satelit Himawari yang diluncurkan negara Jepang, dan satelit TIROS milik Amerika Serikat.
3. Satelit Navigasi
Kalian pasti pernah dong pakai GPS. GPS adalah singkatan dari Global Positioning System dan nggak akan bisa digunakan tanpa adanya Satelit navigasi. Kenapa tuh? Karena satelit ini menyediakan data geospasial yang akurat. Apaan tuh data geospasial? Data geospasial adalah data yang menyediakan lokasi geografis, dimensi, dan karakteristik objek alam maupun buatan manusia yang berada di atas permukaan bumi. Jadi, GPS bisa dipakai nggak hanya untuk di darat, tapi juga berfungsi untuk pelayaran dan penerbangan. Wow, canggih banget ya! Saking canggihnya, sekarang GPS juga bisa dipakai di handphone kita sendiri loh. Jadi lebih gampang deh kalau ngabarin ojek online posisi kita di mana.
4. Satelit Militer
Satelit yang satu ini sangat berperan penting terutama bagi negara-negara yang memiliki senjata rudal atau negara yang bertetangga dengan negara lain yang memiliki rudal. Kenapa yaa? Karena negara-negara ini akan selalu waspada dan siap menyerang jika merasa terancam oleh negara lain. Satelit militer sangat mempermudah tugas beberapa negara tersebut untuk menjaga keamanannya, dengan kemampuan mengintai dan mengamati kegiatan militer negara lain, juga saling berkomunikasi antar-markas. Pokoknya mirip seperti di film-film action deh!
5. Satelit Penelitian
Sama seperti namanya, Satelit ini digunakan untuk kegiatan penelitian. Jadi, Satelit akan diluncurkan dan didesain sesuai kebutuhan riset. Contoh dari Satelit penelitian adalah satelit SOHO yang dipakai untuk meneliti Matahari.
Nah teman-teman, itulah macam-macam jenis Satelit dan beberapa contohnya. Pasti dari kalian sekarang bertanya, bagaimana ya cara Satelit dibawa ke luar angkasa? Dan ditaruh di luar angkasa bagian mananya?
Jawabannyaaa… cara untuk membawa Satelit buatan ke luar angkasa adalah dengan diluncurkan menggunakan roket. Terus, Satelit buatan tersebut akan diluncurkan ke orbit-orbit yang sudah ditentukan. Ada 3 lapisan orbit yang berbeda, yaitu
Satelit buatan manusia bisa nggak jatuh karena sudah ada perhitungan yang tepat yang menentukan kecepatan Satelit berotasi. Bapak Fisika yang super jenius Sir Isaac Newton sudah memperhitungkannya, yaitu Satelit harus bergerak dengan kecepatan sekitar 27.000km/jam. Pokoknya kecepatan Satelit buatan nggak boleh sembarangan, karena kalau terlalu lama Satelit bisa jatuh ke Bumi, dan kalau terlalu cepat Satelit bisa mental ke luar angkasa. Makanya, Satelit buatan harus selalu siap dengan bahan bakar yang tinggi.
Terus, dengan kecepatan yang super tinggi seperti itu, kok bisa sih Satelit buatan nggak saling bertabrakan? Tenang saja teman-teman, sejak awal pembuatan Satelit dimulai, udah disepakati kalau Satelit akan bergerak mengikuti arah rotasi Bumi supaya orbitnya menuju ke satu arah yang sama dan tidak bertabrakan satu sama lain.
Walaupun manusia sudah mengatur semua persiapan Satelit buatan sedemikian rupa, bukan berarti nggak ada kemungkinan terjadi kecelakaan seratus persen loh. Sebelumnya pernah di tahun 2009 terjadi kecelakaan antara Satelit Iridium milik Amerika Serikat dengan Satelit Kosmos 2251 milik Rusia yang sudah nggak berfungsi lagi. Untungnya, pecahan dari kedua Satelit sudah terbakar duluan sebelum sampai ke Bumi. Semoga kedepannya, nggak akan ada kecelakaan seperti ini lagi ya teman-teman!
Jadi, itulah teman-teman tentang Satelit buatan. Hebat bukan, bagaimana manusia terus berinovasi dan memanfaatkan canggihnya teknologi sampai bisa membuat alat sekeren ini. Dulu, belum ada Satelit kecuali Satelit alami berupa Bulan, sampai saat terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Rusia yang berlangsung tahun 1947 hingga 1991. Di tahun 1957 Rusia meluncurkan Satelit pertamanya yaitu Sputnik 1 dengan tujuan penelitian dan mengidentifikasi kepadatan lapisan atmosfer Bumi. Lalu diluncurkan lagi Sputnik 2 dengan seekor anjing bernama “Laika” di dalamnya, sebagai makhluk hidup pertama yang dikirim ke luar angkasa untuk uji coba. 3 bulan kemudian barulah Amerika Serikat menyusul dengan Satelit pertamanya Explorer 1.
Satelit di Indonesia
Indonesia juga tidak ketinggalan memiliki satelit komunikasi pertama pada tahun 1976 yang diberi nama satelit Palapa A1. Dimana, satelit pertama ini diluncurkan oleh roket Amerika Serikat dan dilepas diatas Samudera Hindia pada 830 BT dan mempunyai massa 574 kg.
Satelit ini beroperasi kurang lebih 9 tahun sebagai media komunikasi telepon dan televisi. Setelah Palapa A1 berakhir masa operasionalnya maka bergantilah satelit baru dari Palapa A2. Satelit Palapa A2 adalah satelit komunikasi milik Indonesia dan dioperasikan oleh Perumtel yang diluncurkan pada 10 Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dan beroperasi di orbit 77 BT.
Setelah itu, pada tahun 1987 diluncurkan kembali satelit Palapa B2P yang berada pada ketinggian 36.000 km diatas khatulistiwa pada lokasi 1130 BT dan dikendalikan oleh stasiun yang terletak di bumi tepatnya didaerah cibinong. Pada tahun 1996, Palapa C1 kembali diluncurkan yang dimaksudkan sebagai pengganti satelit Palapa B4 pada orbit Geo Stasioner slot 1130BT.
Disamping itu, ada juga satelit Telkom – 2 yang diluncurkan pada tahun 2005. Satelit ini dibawa ke angkasa dengan menggunakan roket Ariane 5 dari Perancis. Satelit yang terakhir adalah INASAT – 1 yaitu satelit nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil dengan berat sekitar 10-15 kg.
sumber :
1. https://uma.ac.id/
2. https://www.ruangguru.com/blog/satelit-buatan
3. https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/macam-macam-satelit-buatan-ada-apa-saja-6818/


