Setiap membeli mobil baru biasanya akan disertai warranty atau garansi mesin atau lainnya. Hal itu dilakukan sebagai jaminan kualitas layanan purna jual bagi pemilik mobil. Aidil Swastomo, selaku Head of Aftersales dari Astra Peugeot, mengatakan, memang bila mengacu pengertian bebas warranty dapat diartikan sebagai garansi. Tapi disinilah titik kerancuannya. Garansi atau guarantee secara harfiah merupakan jaminan kualitas dari produsen atas produk yang dijual secara umum. Sedangkan warranty lebih pada perbaikan dan penggantian item atau bagian barang atau jasa. Aidil mengatakan, bisa dibilang pengertian warranty bersifat parsial dan bisa disebutkan bagian dari garansi itu sendiri.
“Secara umum warranty yang keluarkan pabrikan mencakup adanya kerusakan pada komponen yang disebabkan kualitas produk diluar pemakaian suku cadang yang memiliki usia pakai. Perihal ini dijelaskan secara rinci pada buku maintenance & warranty guide yang diberikan saat konsumen membeli mobil baru,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2020). Aidil mengatakan, pabrikan memberikan warranty untuk komponen yang rusak yang disebabkan kesalahan produk dan bukan suku cadang yang habis disebabkan oleh usia pakai. Komponen-komponen yang rusak, aus, atau habis karena usia pemakaian contohnya seperti kampas rem, oli, filter, busi dan ban. Komponen-komponen tersebut tidak termasuk dalam warranty pemegang merek atau pabrikan. Warranty bersifat terbatas. Artinya hanya berlaku pada komponen terbatas yang sedang mengalami masalah. Semisal komponen bermasalah di sekitar mesin atau bagian suspensi bukan berarti harus mengganti mobil.
“Pihak pabrikan hanya berkewajiban pada komponen yang bermasalah hingga bagian tersebut berfungsi secara laik dan normal. Dari segi waktu maupun jarak, ada batasan waktu atau periode tertentu yang disepakati,” tulisnya. “Seperti batasan waktu yang berlaku pada Astra Peugeot, mulai dari 3 tahun hingga 5 tahun atau 100 ribu kilometer (mana yang tercapai terlebih dahulu). Artinya warranty yang berlaku hanya pada kurun waktu tersebut,” tulisnya. Warranty yang diberikan akan terus berlaku jika kendaraan selalu dilakukan servis berkala secara rutin pada bengkel resmi, sesuai dengan buku panduan perawatan kendaraan yang diberikan. “Hal ini untuk memastikan kendaan yang dipakai mendapatkan perawatan maksimal oleh teknisi resmi,” tulisnya.
Konsumen kendaraan roda empat di Indonesia, khususnya kalangan berdompet tebal, mungkin saja membeli mobil mewah dari pihak importir umum (IU) karena model premium yang mereka inginkan tidak tersedia atau keterbatasan opsi dari agen pemegang merek (APM).
Gerai-gerai importir umum pun berjajar di sejumlah lokasi di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya. Mereka menawarkan model-model premium yang jarang dipasarkan di Indonesia dengan status impor utuh (Completely Built-Up/CBU) untuk mobil Eropa hingga Amerika, bahkan ada juga gerai IU yang melengkapi penjualannya dengan layanan servis dan garansi layaknya APM.
Namun membeli mobil dari importir umum memiliki sejumlah kelemahan ketimbang mempercayakan pembelian kepada pihak APM.
Ari Utama CEO PT Hascar Internasional Motor, general distributor atau APM sejumlah jenama otomotif asal Amerika di bawah naungan grup Fiat Chrysler Automobiles (FCA) menjelaskan, harga mobil yang dibeli melalui APM akan lebih terjangkau ketimbang membeli melalui importir umum.
Menurut dia, APM yang dipercaya oleh principal akan mendapatkan pasokan kendaraan sesuai harga awal. Sedangkan importir umum biasanya membeli dari dealer di luar negeri sehingga harganya tentu akan lebih mahal.
“Dibanding importir umum, kalau untuk harga, saya yakin kami akan lebih baik karena importir umum akan mendapatkan unit dari diler,” kata Ari Utama seusai peluncuran All-New Jeep Wrangler di Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2018.
Perbedaan kedua adalah, kendaraan yang dibeli melalui APM sudah disesuaikan spesifikasinya dengan kondisi di Indonesia, sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Misalnya soal mesin EURO 4. Importir umum enggak EURO 4 (tetap mengikuti standar negara asalnya) karena itu bukan alokasi untuk Indonesia,” katanya.
Adapun keuntungan lain membeli kendaraan dari APM, kata dia, adalah berkaitan dengan garansi resmi dan program “recall” dari pabrikan apabila terjadi masalah di masa depan.
Di tempat terpisah, seorang staf penjualan sebuah gerai importir umum di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu malam, mengatakan terdapat sejumlah fitur yang tidak bisa dijalankan pada beberapa mobil mewah yang didatangkan dari Eropa atau Amerika.
“Misalnya navigasi, atau teknologi komunikasi canggih. Peta Eropa atau mungkin sistem perangkatnya beda dengan Indonesia,” kata staf penjualan yang tak mau disebutkan namanya itu.
Kendati demikian, ia mencoba meyakinkan dengan mengatakan bahwa perbedaan fitur itu bisa ditangani dengan cara melakukan beberapa perubahan pada perangkat.
Ketika ditanya soal garansi dari importir umum, ia menjawab “Kami juga punya garansi dan akan ditangani oleh bengkel rekanan CBU.”
Sumber :
1. https://www.uma.ac.id
2. https://otomotif.tempo.co/read/1594177/mobil-listrik-bmw-disebut-akan-memiliki-keuntungan-seperti-mobil-konvesional
3. https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/13/150100215/pengertian-warranty-dan-garansi-saat-beli-mobil-baru


