Mengapa Negara Agraris yang Selalu Impor Beras

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut impor beras perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga stok beras nasional dan menstabilkan harga. Meski diprediksi akan terjadi kenaikan produksi beras sepanjang Januari hingga April 2021, Lutfi menyebut hal itu baru bersifat ramalan. Imbasnya, harga obyek yang diperbincangkan, yakni gabah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Seperti diketahui bersama, Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki lahan pertanian yang diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan pokok masyarakat secara menyeluruh. Siapa sangka, negara agraris pun tak menjamin suatu negara dapat terbebas dari impor, terlebih dari sektor pertanian itu sendiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari tahun 2000 hingga 2019 Indonesia selalu mengimpor beras. Praktis, hal tersebut juga terjadi di sepanjang periode kepemimpinan Presiden Jokowi hingga tahun 2019.

Penjelasan pakar ekonomi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, impor beras setiap tahun dengan angka jutaan ton akarnya ada pada sengkarut data perberasan. Padahal, lanjut Bhima, BPS telah mengeluarkan rujukan data dengan teknologi terkait survei luas panen dan luas lahan. “Hasilnya, BPS menyatakan Maret-Mei 2021 merupakan masa panen raya, sehingga produksi gabah dan beras diproyeksi surplus,” ujar Bhima saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/3/2021). Baca juga: Angka Kemiskinan Indonesia Naik, Ini Data Per Provinsi Menurut Bhima, data yang dikeluarkan oleh BPS tersebut agaknya seperti tidak dipercayai oleh kementerian terkait sehingga mereka membuat data dari sumber sendiri. Alhasil, masalah data ini seperti sengaja diciptakan oleh rente impor. “Pembenaran ilmiah untuk impor itu lemah. Ini bukan lagi persoalan produksi pertanian tapi sudah masuk ranah ekonomi politik, siapa yang untung dari marjin impor beras,” terangnya. “Bayangkan tidak perlu pusing menanam, tinggal impor dapat marjin. Ekonomi kita sengaja diarahkan menjadi rent seeking atau pemburu rente,” tambah Bhima. Baca juga: Jokowi Heran Impor Cangkul, Ini 10 Barang Lainnya yang Masih Impor Bhima menyerukan kepada Presiden Jokowi sebagai pemimpin eksekutif tertinggi untuk segera turun tangan. Presiden harus segera menertibkan kementerian yang tidak mematuhi basis data yang dimiliki oleh BPS. “Seluruh pertimbangan harus berdadarkan data yang valid dengan metodologi yang bisa dipertanggung jawabkan,” tutur Bhima. Saat ditanya pihak mana saja yang “bermain” dalam polemik impor beras ini, Bhima menyebutkan ada dari berbagai pihak. “Banyak yang bermain dalam impor komoditas pangan mulai dari politisi sampai pengusaha impor. Jaringannya cukup panjang sampai ke level pedagang yang ada di negara asal importir,” pungkasnya.

Bhima menyerukan kepada Presiden Jokowi sebagai pemimpin eksekutif tertinggi untuk segera turun tangan. Presiden harus segera menertibkan kementerian yang tidak mematuhi basis data yang dimiliki oleh BPS. “Seluruh pertimbangan harus berdadarkan data yang valid dengan metodologi yang bisa dipertanggung jawabkan,” tutur Bhima. Saat ditanya pihak mana saja yang “bermain” dalam polemik impor beras ini, Bhima menyebutkan ada dari berbagai pihak. “Banyak yang bermain dalam impor komoditas pangan mulai dari politisi sampai pengusaha impor. Jaringannya cukup panjang sampai ke level pedagang yang ada di negara asal importir,” pungkasnya.

Kata Guru Besar UGM
Sementara itu, Guru Besar Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Prof Sunarru Samsi Hariadi menjelaskan, persediaan beras dalam negeri yang diinformasikan masih cukup tetapi berkembang isu akan ada impor, memang menjadi polemik tersendiri. Menurutnya, ada banyak hal yang mendasari mengapa kementerian terkait memutuskan perlu melakukan adanya impor tersebut. “Tentu hal ini banyak variabel yang bisa menjadi penyebabnya, bisa jadi data antar institusi yang berbeda, kurang adanya sinergi dan koordinasi antar institusi, dan lainnya,” kata Sunarru saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/3/2021). Tak dipungkiri, katanya, saat ini hampir semua masyarakat Indonesia memilih nasi sebagai makanan pokoknya dan padi menjadi tanaman yang populer. Apabila mengalami kekurangan, dapat menimbulkan gejolak tersendiri. “Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta, beras harus siap menjadi stok nasional sepanjang waktu, apakah stok itu tersedia dari dalam negeri atau dari impor,” papar Sunarru. Menurut Sunarru, saat ini berbeda dengan dahulu, terjadi perubahan sosial dalam persepsi masyarakat tentang pangan. Dahulu, banyak masyarakat Indonesia terbiasa makan jagung, ubi, sagu, dan pangan lokal yang lain sebagai makanan pokok sehari-hari.

Indonesia melakukan impor beras selama beberapa tahun terakhir. Padahal, kebijakan tersebut kerap menimbulkan polemik setiap tahunnya mengingat pemerintah ingin mengejar swasembada pangan.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras paling banyak terjadi di 2018 lalu yakni 2,25 juta ton senilai US$1,03 juta. Sementara itu, impor beras pada 2017 sebesar 305,27 ribu ton senilai US$143,641 juta dan 2019 sebesar 444,50 ribu ton senilai US$184,25 juta.

Jika ditengok berdasarkan asal negara, mayoritas berasal Thailand yakni 108,94 ribu ton di 2017, 795,6 ribu ton di 2018, dan 53,27 ribu di 2019. Lalu, Vietnam sebanyak 16,59 ribu ton di 2017, 767,18 ribu ton di 2018, dan 33,13 ribu di 2019.

Kemudian, Pakistan sebesar 87,5 ribu ton di 2017, 310,99 ribu ton di 2018, dan 182,56 ribu ton di 2019. Indonesia juga tercatat mengimpor beras dari China, India, Myanmar dan AS dalam tiga tahun terakhir.

Meski impor, namun Indonesia masih memproduksi padi dan beras pada setiap tahunnya. Pada 2017, data produksi masih berupa angka ramalan yang merupakan merupakan hasil keputusan rapat koordinasi bersama BPS dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

Pada tahun yang sama, Kementan mengatakan produksi beras mencapai 81,38 juta ton, tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar 2,56 persen.

Pada 2018, produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 59,2 juta ton. Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras, maka setara dengan 33,94 juta ton beras.

Tahun lalu, produksi GKG mencapai 54,65 juta ton, naik tipis 0,08 persen atau 45,17 ribu ton dari produksi pada 2019. Jika dikonversikan menjadi beras, maka setara 31,33 juta ton, naik tipis 0,07 persen atau 21,46 ribu dari 2019.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, terdapat sejumlah alasan pemerintah mendatangkan bahan pokok masyarakat Indonesia itu. Pada 2018 lalu, menteri perdagangan kala itu Enggartiaso Lukita beralasan keputusan impor demi antisipasi kenaikan harga beras.

Pemerintah menduga kenaikan harga disebabkan pasokan beras tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Oleh sebab itu, lewat rapat koordinasi terbatas (rakortas) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan kuota impor ditambah.

Kebijakan impor sempat menimbulkan perbedaan pendapat antara Enggar dengan Direktur Utama Bulog Budi Waseso. Buwas, sapaan akrabnya, menilai pemerintah tak perlu lagi mengimpor beras pada paruh kedua 2018 lalu lantaran ketersediaan pasokan beras di gudang Bulog masih sekitar 2,4 juta ton.

Selain itu, Buwas, sapaan akrabnya, juga menganggap impor beras tak perlu dilakukan lantaran Bulog tak memiliki tempat lagi untuk menampung pasokan beras dari impor.

“Perintah kemarin dari Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Perdagangan bahwa kami harus impor 1 juta ton, tapi kami mau taruh di mana beras itu? Kecuali menteri perdagangan menyiapkan gudang atau kantornya beliau mau dipakai jadi gudang beras, itu baru saya akan impor,” katanya.

Di balik masalah harga dan pasokan beras, ada persoalan karut marut data produksi dan konsumsi beras di Indonesia yang terungkap di 2019.
Alhasil, Jusuf Kalla yang menjabat sebagai Wakil Presiden saat itu mengumumkan pemuktahiran data produksi beras nasional melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang dikembangkan bersama Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT).

Caranya, dengan pemindaian satelit dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk kemudian diolah Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasilnya, terdapat perbedaan sangat kentara antara data BPS dengan Kementan.

Selain perbedaan produksi, data konsumsi beras yang diungkap dua lembaga itu juga terpaut jauh. Data BPS melansir konsumsi beras mencapai 29,5 juta ton. Sedangkan, Kementan menyebut konsumsi beras sebanyak 33,89 juta ton. Walhasil, surplusnya pun berbeda. Versi BPS, surplus hanya 2,85 juta ton, sedangkan Kementan memproyeksi surplus mencapai 12,61 juta ton.

Ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai kebijakan impor beras di Indonesia belum dilakukan dengan tepat setidaknya dalam tiga tahun terakhir.

“Kalau benar pastinya tidak akan menimbulkan polemik, karena kalau sudah dilakukan dengan benar pasti tidak ada pihak yang dirugikan, tapi selama ini selalu setiap keputusan impor itu selalu berpolemik,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

“BPS itu sudah merilis terjadi over supply, produksinya sudah cukup jadi alasannya apa impor,” katanya.

Selain itu, ia menyayangkan kedatangan beras impor biasanya bersamaan atau berdekatan dengan panen raya. Kondisi ini tentunya merugikan petani.

“Makanya ini ramai karena mau datang pas panen raya, justru itu beras impor kok datangnya selalu panen raya, kalau tidak panen raya orang ya egp (emang gue pikirin),” ucapnya.

 

Sumber :

1. https://www.uma.ac.id. https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/27/200300265/indonesia-negara-agraris-yang-selalu-impor-beras-mengapa-?page=all
3. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210323143320-92-621020/menengok-alasan-pemerintah-impor-beras-sejak-2017/1

Kenapa RI Begitu Bergantung Impor BBM ?. Ini Alasannya

Kontribusi minyak dan gas (migas) dalam negeri ke produk domestik bruto (PDB) terus menurun selama 40 tahun terakhir, bahkan hingga mencapai 50 persen.

Vice President Human Resources Communications and General Services Total E&P Indonesia Arividya Noviyanto mengatakan, kontribusi migas ke PDB bisa mencapai 50 persen di tahun 1970. Namun di akhir 2012 lalu turun menjadi hanya 28 persen.

“Memang dari sisi persentase terus menurun, tapi ini nilainya masih signifikan,” kata Arividya saat Workshop Meliput Industri Hulu Migas di MM UGM Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013).

Ia menambahkan, penurunan kontribusi migas ke PDB ini tidak lepas dari produksi minyak dalam negeri yang terus menurun. Dari berbagai operator migas yang ada, memang mereka memiliki banyak sumur migas. Namun ternyata sumur-sumur migas tersebur tidak memiliki produksi.

Hal ini memang tidak seperti di industri lain. Saat industri menambahkan alat untuk mendongkrak bisnisnya, maka pendapatannya langsung meningkat.

“Kalau di industri migas kan beda. Lihat saja blok migas Mahakam yang memiliki 100 sumur. Tapi tidak semuanya berproduksi migas. Tidak seperti industri tekstil yang saat dibelikan mesin, langsung produksi dan pendapatannya melonjak,” tambahnya.

Pada 2008 lalu, jumlah kebutuhan energi Indonesia memang masih 5,8 MMBTU. Sementara saat ini kebutuhan energi domestik mencapai 10 MMBTU.

“Konsumsi migas di masyarakat ini terus meningkat. Sementara produksi minyak (lifting) dalam negeri terus menurun. Sehingga otomatis kita harus impor,” tambahnya.

Untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) ini, pemerintah berusaha memanfaatkan energi terbarukan baik bio massa, batubara, gas, geothermal hingga listrik.

PT Pertamina (Persero) juga menyatakan, kilang-kilang yang ada di Indonesia saat ini sudah berumur tua. Selain itu, selama puluhan, belum ada kilang baru yang dibangun di Tanah Air.  Akibatnya, hanya sedikit minyak mentah dari sumur-sumur dalam negeri yang dapat diolah di fasilitas pengolahan milik perusahaan pelat merah tersebut. Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Mulyono mengatakan, kilang yang dimiliki Pertamina hanya mampu mengolah 3 persen jenis minyak mentah yang ada di dunia saat ini. Sisanya harus diimpor dari kilang di Singapura. Menurut dia, untuk mengatasi biaya tinggi impor BBM dari “Negeri Jiran” itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Singapura agar dapat menyimpan stok BBM di kilang milik Indonesia. “Kami akan beli BBM jangka panjang dengan Singapura, tapi kami minta stok BBM-nya disimpan di Indonesia,” kata Mulyono dikutip dari Antara pada Rabu (14/10/2020). Menurut dia, dengan disimpannya stok BBM Singapura di Indonesia, maka secara hitungan itu akan masuk menjadi stok nasional, meskipun masih milik Singapura. “Itu hanya disimpan di Indonesia, tapi nanti cost-nya akan dibayar oleh supplier (Singapura),” kata Mulyono. Ia menjelaskan, lokasi penyimpanan direncanakan nantinya di Tanjung Sekong di Kabupaten Lebak, Banten. Meskipun itu hanya dititipkan, sudah termasuk dalam kontrak pembelian jangka panjang dengan Indonesia atau secara sistem disebut Supplier Held Stock (HSS). Keuntungan dari HSS, Mulyono menjelaskan bahwa dapat meningkatkan ketahanan stok BBM nasional karena sudah berada di perairan Indonesia. Kedua, dapat menurunkan biaya distribusi dan stok. Ketiga, tidak terdapat capex atau investasi modal di awal proyek. Selanjutnya, mengurangi waktu tunggu selama pengadaan stok dan meningkatkan fleksibilitas penggunaan stok. “Pada dasarnya selama ini impor BBM kita memang masih dari Singapura, sehingga akan kami jalin kerja sama yang tentunya menguntungkan dari segi efisiensi distribusi,” kata Mulyono. Keberhasilan Singapura Singapura sendiri meski sama sekali tak memiliki ladang minyak, selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen minyak terbesar dunia karena memiliki banyak kilang minyak. Stok cadangan BBM yang dimiliki juga terbilang sangat besar.

Letak Singapura yang strategis dan kemudahan berinvestasi dan perizinan juga jadi alasan banyak perusahaan minyak multinasional menempatkan kilang minyak miliknya di negara tersebut. Ini Penjelasan Pertamina Mengutip data yang dirilis lembaga informasi energi milik pemerintah Amerika Serikat (AS), Energy Information Administration (IEA), kapasitas kilang minyak di Singapura mencapai 1,4 juta barel per hari. Dengan kapasitas sebesar itu, Singapura mampu mengolah minyak bumi yang diimpor dari Asia Tenggara dan Timur Tengah. Bandingkan dengan Indonesia yang populasi penduduknya sekitar 260 juta dengan konsumsi BBM 1,4 juta barel per hari, kapasitas pengolahan minyak di kilang Pertamina hanya sekitar 1,1 juta barel per hari. Ini pula yang menyebabkan impor minyak sangat membebani neraca perdagangan Indonesia. Singapura juga tercatat sebagai negara pengekspor minyak terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar ekpsor minyak tersebut dikirim ke Indonesia, Malaysia, dan China. Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, saat rapat dengan Komisi VII DPR, memaparkan kondisi kilang di Indonesia sudah sangat terbatas. “Kondisi hari ini, jenis crude (minyak mentah) yang bisa diolah di kilang kita sangat-sangat terbatas jumlahnya,” ujar Nicke. Lebih lanjut, Nicke menyebutkan, hal tersebut mengakibatkan perseroan perlu mengeluarkan biaya pokok produksi yang lebih tinggi. “Ini karena masalah supply demand yang kurang seimbang,” kata dia. Oleh karenanya, untuk mengatasi hal tersebut Pertamina tengah fokus melakukan modifikasi kilang eksisting atau Refinery Development Master Plan (RDMP) 4 kilangnya dan juga melakukan pembangunan 2 kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR). Dengan proyek-proyek strategis tersebut, kilang-kilang nantinya mampu mengolah minyak mentah dengan jenis yang lebih variatif. “Yang ujung-ujungnya akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi,” katanya. Apabila biaya pokok produksi dapat ditekan, Nicke meyakini hal itu akan langsung berpengaruh ke harga BBM. “Nantinya kita harapkan harga BBM akan semakin kompetitif, akan semakin affordable bagi masyarakat Indonesia,” ucap dia. PT Pertamina (Persero) berencana menghapus bahan bakar minyak (BBMN) dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) 91 ke bawah, yakni RON 88 (Premium) dan RON 90 (Pertalite). Namun, Pertamina dinilai perlu menyelesaikan proyek-proyek kilang minyaknya terlebih dahulu sebelum melaksanakan rencana tersebut ketimbang terus menerus menggantungkan impor BBM. Rencana yang diusung guna melaksanakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penetapan Bahan Bakar Standar Euro 4 itu disebut berpotensi memberatkan neraca impor minyak nasional.

 

Sumber :
1. https://www.uma.ac.id
2. https://money.kompas.com/read/2020/10/14/060300026/kenapa-ri-begitu-bergantung-impor-bbm-dari-negara-semungil-singapura?page=all
3. https://industri.kontan.co.id/news/kenapa-indonesia-terus-impor-bbm-ini-penyebabnya

Teknologi 5G, Kontribusi untuk Lingkungan dan Dampak Kesehatannya

Kehadiran teknologi 5G diyakini dapat berkontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas hidup kita. Kendati begitu, penerapannya masih menimbulkan kehawatiran terkait dampak buruknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Generasi kelima teknologi internet nirkabel, atau yang lebih populer disebut 5G, bakal menjadi standar global. Menurut kajian yang dilakukan Polytechnic Mersing, teknologi 5G akan mendorong perluasan penggunaan Internet of Things [IoT] di berbagai sektor kehidupan kita.

Internet 5G adalah generasi terbaru dari jaringan internet nirkabel yang dirancang untuk menghubungkan semua orang dan semua hal secara virtual. Melalui 5G, berbagai perangkat dapat terkoneksi guna menjalin komunikasi satu sama lain.

Dalam hal kecepatan, teknologi 5G juga menawarkan kecepatan puluhan kali lipat dibanding 4G, yang rata-rata kecepatannya sekitar 45 Mbps [megabit per detik].

Sinyal 5G ditransmisikan melalui sejumlah besar stasiun seluler kecil, yang bisa dipasang di tiang lampu atau atap bangunan. Sinyalnya hanya dapat melakukan perjalanan jarak pendek [gelombang pendek] yang dapat terganggu oleh cuaca dan fisik seperti bangunan. Semakin pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi, dan semakin banyak data yang dapat dibawa [Edwien Satya, 2019].

Berdasarkan catatan, itchronicles.com, sejauh ini, ada sekitar 34 negara yang telah mengadopsi teknologi 5G. Semula, Indonesia akan masuk barisan negara yang ikut ambil bagian, namun akhirnya batal. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memutuskan untuk memberhentikan proses seleksi pengguna pita frekuensi radio 2,3 GHz, yang bisa dipergunakan untuk jaringan 5G.

Kementerian berargumen dihentikannya proses seleksi ini sebagai langkah kehati-hatian dan kecermatan untuk menyelaraskan setiap bagian dengan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak [PNBP]. Khususnya, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dampak positif bagi lingkungan

Revolusi besar disebut-sebut bakal menerpa berbagai sektor kehidupan kita dengan kehadiran teknologi 5G. Tak terkecuali sektor lingkungan hidup.

Saat ini, berbagai problem lingkungan merundung kota-kota kita. Misalnya, soal kualitas air dan udara yang mengancam kesehatan masyarakat. Dengan menggunakan teknologi 5G dan memanfaatkan sensor khusus tertentu, terhubung secara nirkabel, kita dapat dengan mudah mendeteksi kontaminasi air dan pencemaran udara. Bahkan, mengetahui sumber-sumbernya sehingga dapat dengan mudah pula mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Dalam hal kemacetan lalu-lintas, teknologi 5G akan membantu menciptakan manajemen transportasi yang lebik baik. Semua orang mafhum kemacetan menjadi horor di kota-kota besar, termasuk kota-kota besar di negara kita. Kemacetan menyebabkan kerugian waktu dan finansia, juga merambat pada kesehatan jiwa berupa stres dan depresi.

Dengan melibatkan kamera dan sejumlah sensor, teknologi 5G akan mampu membuat sistem kendali lalu lintas yang lebih dinamis dan presisi. Dengan begitu, dapat mengurangi konsumsi energi dam meminimalisir waktu terbuang.

Di sektor properti, teknologi 5G diyakini mampu mengurangi secara siginifikan pemborosan energi. Selama ini, sektor properti menggunakan energi dalam jumlah besar untuk penerangan, pemanas, pendingin, dan sejumlah keperluan lainnya. Sektor ini menyedot sekitar 42 persen dari konsumsi energi global.

Dengan teknologi 5G, semua diatur otomatis dan dinamis. Lampu, misalnya, akan mati sendirinya begitu tak ada orang di dalam ruangan. Pun sebaliknya.

 

Perubahan iklim

Dalam tataran global, penggunaan teknologi 5G akan ikut membantu mengatasi masalah perubahan iklim. Tim peneliti dari Universitas Zurich dan Empa [lembaga riset multidipliner yang berbasis di Dubendorf, Swiss] telah menganalisis bahwa penggunaan 5G dapat meminimalisir emisi gas rumah kaca.

Tim periset menyimpulkan, dengan asumsi peningkatan delapan kali lipat dalam lalu lintas data di masa depan, 5G akan lebih efisien dan memungkinkan munculnya berbagai piranti aplikasi inovatif yang mendorong terciptanya pola kerja manusia yang lebih fleksibel. Transportasi lebih tertata, sistem pertanian lebih baik, yang ujungnya ikut membantu mengurangi emisi CO2.

Tim periset memperkirakan, penggunaan 5G pada 2030 mendatang akan menurunkan emisi hingga sekitar 85 persen per unit data yang ditransmisikan, dibandingkan teknologi internet nirkabel saat ini. Menurut tim periset, dengan transmisi data yang lebih cepat dan lebih andal pada jaringan 5G, akan mendukung pola kerja lebih luwes, yang pada gilirannya akan mengurangi lalu lintas komuter dan perjalanan bisnis.

“Perkembangan teknologi, jika diterapkan dengan cara yang cerdas, akan menjadi kontributor utama untuk ikut mengurangi emisi CO2,” simpul Roland Hischier dari lembaga riset Empa.

Hasil riset yang dilakukan Univeristas Zurich dan lembaga riset Empa itu makin memperkuat sejumlah hasil riset lainnya terkait dampak positif penggunaan teknologi 5G terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

 

Khawatir dampak kesehatan

Meski teknologi 5G dapat dimanfaatkan bagi kepentingan peningkatan kualitas lingkungan, namun ada kehawatiran terkait dampak buruknya bagi kesehatan.

Beberapa waktu lalu, lebih dari 180 ilmuwan dan dokter dari 36 negara memperingatkan Uni Eropa tentang bahaya 5G, khususnya dihubungkan dengan peningkatan besar-besaran paparan radiasi elektromagnetik dan radiasi radio frequency [RF]. Para ilmuwan dan dokter mendesak Uni Eropa untuk mengikuti Resolusi 1815 dari Dewan Eropa dan meminta dibentuknya gugus tugas independen untuk mengkaji kembali dampak kesehatan penggunaan teknologi 5G.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker Organisasi Kesehatan Dunia [IARC], sejak beberapa waktu lalu telah mengklasifikasikan radiasi RF sebagai “memiliki kemungkinan karsinogenik bagi manusia”, menyusul penelitian yang menunjukkan adanya kaitan antara radiasi RF dengan tumor otak tertentu. Kendati demikian, IARC juga mengakui bahwa bukti untuk hal tersebut masih terbatas.

Menurut Marguerite Reardon [2020], kalau kategorinya sebagai “memiliki kemungkinan karsinogenik”, sejatinya, kopi dan acar sayuran juga berada dalam kategori yang sama dengan radiasi RF.

Sementara itu, Lennart Hardell dan sejumlah rekannya, dari Departemen Onkologi, Universitas Örebro, Swedia, yang menulis ulasan khusus di Jurnal Frontiers in Public Health, sebagaimana dikutip Yella Hewings-Martin [2019], menegaskan bahwa radiasi frekuensi lebih tinggi yang terkait penggunaan 5G, tidak menembus tubuh sedalam frekuensi teknologi sebelumnya, meskipun efeknya mungkin sistemik.

Lennart Hardell dkk menambahkan, jangkauan dan besarnya dampak potensial teknologi 5G belum banyak diteliti. Untuk sementara, dalam upaya mengantisipasi kemungkinan dampak buruk radiasi RF akibat penggunaan 5G, Hardell dan timnya menyarankan agar menara seluler berada jauh dari permukiman, pusat penitipan anak, sekolah, dan tempat-tempat yang sering dikunjungi wanita hamil, serta pria yang ingin menjadi ayah dari anak-anak yang sehat, maupun kaum muda.

Selain soal radiasi RF yang memiliki “kemungkinan karsinogenik”, kehawatiran lain terkait teknologi 5G adalah radiasi elektromagnetik yang diduga dapat mengganggu orientasi burung, mamalia, dan invertebrata seperti serangga dan laba-laba serta menganggu pula metabolisme tanaman [Emrald Alamsyah, 2018].

Di sektor penerbangan, penggunaan jaringan 5G disebut-sebut dapat mengganggu instrumen penting pesawat. Penyebabnya, karena gangguan sinyal dari perangkat yang menggunakan jaringan 5G dapat memblokir data yang berasal dari altimeter -pengukur ketinggian yang memberi tahu pilot pesawat seberapa tinggi mereka terbang.

Menurut otoritas penerbangan sipil Prancis, Direction Générale de l’Aviation Civile [DGAC], seperti dilaporkan France24, penggunaan perangkat 5G di dalam pesawat dapat menyebabkan risiko gangguan yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pembacaan ketinggian pesawat. Oleh sebab itu, selain meminta pengguna jaringan 5G mematikan ponselnya selama di dalam pesawat, DGAC juga meminta kekuatan sinyal dari base transceiver station [BTS] 5G yang ditempatkan di dekat bandara utama Prancis dibatasi.

 

Semakin jelas dan tegas

Suka atau tidak, teknologi akan terus berkembang dan bertambah canggih. Kita tidak mungkin menghentikan laju kemajuan teknologi. Meski begitu, kita mesti selalu ingat bahwa di samping membawa banyak manfaat, kehadiran sebuah teknologi kemungkinan membawa pula sejumlah risiko.

Kajian dan penelitian terkait penggunan teknologi 5G wajib terus dilakukan, sehingga didapat gambaran yang semakin jelas dan semakin tegas, seberapa besar potensi yang didapat dan seberapa jauh buruk yang ditimbulkan.

Dengan begitu, kita bisa melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasinya. Termasuk, memutuskan perlu tidaknya menggunakan teknologi ini secara masif, atau hanya untuk keperluan yang sifatnya terbatas.

 

Sumber :

*Djoko Subinarto, kolumnis dan bloger, tinggal di Bandung, Jawa Barat. Tulisan ini opini penulis. 

https://uma.ac.id/index.php

www.mongabay.co.id/2021/03/09/teknologi-5g-kontribusi-untuk-lingkungan-dan-dampak-kesehatan-yang-harus-diperhatikan/

 

Rujukan :

AFP. 2021. 5G Phones May Interfere with Aircraft: French Regulator.

Catherine Early. 2019. The Environmental Benefits of 5G.

Edwien Satya. 2019. Dampak Radiasi Teknologi 5G bagi Manusia.

Fauzan Jamaludin. 2021. Kemkominfo Batalkan Lelang Frekuensi 5G, Ada Apa?

Jack Karsten. 2016. 5G Technologies Will Power a Greener Future for Cities.

Ichsan Emrald Alamsyah. 2018. Radiasi 5G Dianggap Bahayakan Serangga dan Tanaman.

Jan Bieser, Beatrice Salieri, Roland Hischier & Lorenz M. Hilty. 2020. Next Generation Mobile Networks, Problem or Opportunity for Climate Change.

Marguerite Reardon. 2020. Is 5G Making You Sick? Probably Not.

Martin L. Pall. 2018. 5G: Great Risk for EU, U.S. and International Health! Compelling Evidence for Eight Distinct Types of Great Harm Caused by Electromagnetic Field EMF) Exposures and the Mechanism that Causes Them.

William Goddard. 2020.Where Is 5G Available?

Yella Hewings-Martin. 2019. Is 5G Technology Bad for Our Health?

Dampak Positif dan Negatif Jaringan 5G. Amankah?

Setelah jaringan 4G dan 4.5G, peluncuran terbaru adalah jaringan 5G yang diklaim jauh lebih cepat. Namun penerapannya masih menimbulkan kekhawatiran. Selayaknya teknologi lain, ada dampak positif dan negatif jaringan 5G bagi kehidupan manusia.

Mengenal Apa Itu Jaringan 5G

Teknologi jaringan 5G sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2018. Jaringan ini menggunakan jeda pengiriman data di bawah 10 milidetik. Hingga saat ini ada 36 negara yang telah ikut serta dalam uji coba dan pengembangan jaringan 5G. Kecepatan jaringan 5G jauh di atas 4G atau LTE. Jika 4G membutuhkan menara tinggi untuk transmisi sinyal, maka 5G hanya membutuhkan stasiun transmisi kecil yang bisa ditempelkan di atap rumah atau tiang lampu. Hal ini karena sinyal 5G memiliki gelombang yang pendek dan rentan terganggu oleh cuaca atau keberadaan bangunan. Di satu sisi, gelombang pendek membuat transmisi data lebih cepat. Data yang dibawa akan lebih banyak dan frekuensinya lebih tinggi. Namun, gelombang pendek sinyal 5G juga memancarkan radiasi yang lebih tinggi dan berakibat buruk bagi makhluk hidup. Indonesia menjadi salah satu dari negara-negara yang pernah ikut dalam uji coba 5G. Namun, Menkominfo sempat menghentikan seleksi pengguna jaringan 5G karena masih ada hal-hal teknis yang harus dicermati, terutama berkaitan dengan penerimaan negara non pajak. Dilansir dari Kominfo, layanan komersial jaringan telekomunikasi 5G sudah resmi dimulai sejak Mei 2021 di 9 kota besar di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Batam, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Denpasar, dan Medan. Terlepas dari pro kontra tentang dampak positif dan negatif jaringan 5G, kemajuan teknologi diharapkan bisa membantu kehidupan menjadi lebih maju.

Dampak Positif Jaringan 5G

Teknologi jaringan 5G memiliki sejumlah dampak positif bagi kehidupan modern, di antaranya manfaat jaringan 5G:

1. Mempermudah berbagai layanan online Jaringan 5G memiliki kecepatan puluhan kali lipat lebih tinggi dari 4G jaringan LTE yang kita kenal saat ini memiliki kecepatan sekitar 45 Mbps. Dengan kecepatan dan banyaknya data yang bisa diangkut 5G dalam satu detik, semua kegiatan online akan jauh lebih cepat.

2. Meningkatkan kualitas hidup Jaringan 5G dapat diselaraskan dengan kebutuhan hidup modern. Dengan hubungan nirkabel dan sensor khusus, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat pencemaran air atau udara, serta informasi apapun dengan cepat melalui internet. Sekaligus mencari sumbernya, sehingga lebih mudah menemukan solusinya. Teknologi 5G juga dapat diselaraskan dengan pengaturan tata kota dan lalu lintas. Teknologi ini dapat membangun sistem lalu lintas yang dinamis, serba otomatis dan dapat mengendalikan kontrol atau pengawasan jarak jauh.

3. Mendukung gerakan hemat energi Sudah pernah mendengar tentang ‘smart home’, di mana hampir semua peralatan elektronik dan sistem penerangannya otomatis? Dengan teknologi 5G, hal itu dapat terwujud. Lampu-lampu akan padam dengan sendirinya saat tidak terpakai. Pemanas atau pendingin ruangan juga akan bekerja otomatis. Selama ini, konsumsi energi untuk kebutuhan perumahan memakan 42% konsumsi energi global. Dengan teknologi smart home seperti ini, konsumsi energi dapat ditekan. Uniknya, kemampuan ini bukan hanya dapat digunakan pada satu dua rumah, tetapi juga pada seluruh komplek atau bahkan seluruh kota.

4. Mempengaruhi perubahan iklim Menurut Empa, sebuah lembaga riset yang berpusat di Dubendorf, Swiss, penggunaan jaringan 5G dapat mengurangi suhu panas bumi dan meminimalisir efek rumah kaca. Dengan pola kerja manusia yang lebih efisien, transportasi yang lebih dinamis, dan bidang-bidang lain yang lebih tertata, emisi karbon juga dapat dikurangi. Jika penggunaan 5G dapat dijalankan secara luas, diperkirakan pada tahun 2030 emisi akan menurun hingga 85% per transmisi unit data. Kemudahan bekerja secara remote akan mengurangi perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan bermotor. Hingga akhirnya akan mengurangi emisi karbon dan polusi udara.

Dampak Negatif dan Bahaya Radiasi Sinyal 5G Apakah 5G aman?

Ini beberapa bahaya radiasi sinyal 5G yang dikhawatirkan mungkin terjadi:

1. Meningkatkan risiko terkena kanker Radiasi RF atau radio waves yang dipancarkan oleh transmitter 5G bermuatan 24-90 GHz. Menurut World Health Organization (WHO), radiasi dengan kekuatan ini merupakan salah satu penyebab kanker. Frekuensi tersebut juga mendekati frekuensi senjata militer AS yang berkekuatan 95 GHz. Senjata militer seperti itu dapat membuat kulit manusia panas bahkan dari jarak jauh.

2. Berisiko mengganggu metabolisme tubuh Masalah radiasi yang mengganggu kesehatan sebenarnya bukan masalah baru. Hanya saja pancaran RF yang kuat dari radiasi 5G menyebabkan efek yang lebih banyak, salah satunya mengganggu metabolisme tubuh. Bahaya radiasi sinyal 5G ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, mempercepat penuaan dini, gangguan metabolisme, kerusakan otak dan sel, meningkatkan risiko insomnia, dan meningkatkan hormon stres.

3. Mengacaukan sistem komunikasi penerbangan Dirección General de Aeronáutica Civil (DGAC), otoritas penerbangan sipil Perancis telah melarang penggunaan perangkat dengan jaringan 5G di dalam pesawat. Hal ini karena 5G dapat memblokir data dari altimeter sehingga pilot akan kesulitan mengetahui berapa ketinggian pesawat. DGAC juga meminta pembatasan kekuatan sinyal dari pemancar 5G yang berada di dekat bandara utama Perancis karena mengganggu sinyal komunikasi antara menara pengawas dan pilot pesawat untuk mencegah bahaya jaringan 5G.

 

Tips Aman Menggunakan Internet dengan Jaringan 5G Jika ingin bebas sama sekali dari pengaruh sinyal 5G, tentu tidak bisa. Namun kita bisa membatasi paparan sinyal 5G terhadap tubuh. Caranya adalah:

  1. Memakai mode speaker atau menggunakan handsfree untuk menjauhkan kepala dari gawai. Hal ini dapat mengurangi paparan radiasi dari ponsel.
  2. Membatasi pemasangan transmitter 5G di pemukiman padat penduduk dengan jumlah anak-anak yang banyak.
  3. Membatasi waktu memakai gawai dan internet, terutama bagi anak dan balita. Untuk batita usahakan tidak ada screen time sama sekali. Sementara untuk anak dengan usia di atasnya batasi screen time 1 jam sehari.

 

Itulah pembahasan tentang dampak positif dan negatif jaringan 5G bagi kehidupan manusia. Dengan penggunaan yang bijaksana, penggunaan teknologi dan kemajuan internet bisa memudahkan hidup dan minim risiko.

 

Sumber :

https://uma.ac.id/index.php

https://doktersehat.com/informasi/amankah-ini-dampak-positif-dan-negatif-jaringan-5g/#:~:text=Bahaya%20radiasi%20sinyal%205G%20ini,insomnia%2C%20dan%20meningkatkan%20hormon%20stres.

Kaspersky. 2021. Is 5G Technology Dangerous? – Pros and Cons of 5G Network. https://www.kaspersky.com/resource-center/threats/5g-pros-and-cons. (Diakses pada 18 November 2021).

Springer Nature. 2021. What 5G means for our health. https://www.nature.com/articles/d42473-019-00009-7. (Diakses pada 18 November 2021).

Tenorio, Edgar Mondragón. 2021. Advantages and disadvantages of 5G technology. https://www.bbva.ch/en/news/advantages-and-disadvantages-of-5g-technology/. (Diakses pada 18 November 2021).

Seri Tertinggi Belum Tentu Menjamin, ini dia Perbedaan Helio G95 dengan Helio G90T

Siang ini MediaTek baru saja menggelar Virtual Coffee Session, yang membahas mengenai produk-produk chipset terbaru dari MediaTek. Salah satu pembahasan yang menarik yaitu mengenai SoC tebarunya yaitu MediaTek Helio G95, penerus dari Helio G90T yang membawa beberapa perbedaan dan peningkatan.

Secara spesifikasi, MediaTek Helio G95 dan Helio G90T tidak memiliki perbedaan yang terbilang signifikan. Bahkan sebagian besar aspek yang dimilikinya masih menggunakan teknologi yang sama.

Seperti yang ditampilkan dalam tabel berikut ini, perbedaan antara Helio G95 dan Helio G90T hanya tampak pada sisi GPU, memori, dan juga Display.

 

Kedua chipset ini masih menggunakan fabrikasi 12nm, dengan konfigurasi CPU Octa-Core 2x Arm Cortex A76 up to 2.05 GHz dan 6x Arm Cortex A55 up to 2GHz. Prosesor ini juga didukung dengan APU 750MHz.

Disisi grafisnya pun, Helio G95 masih tetap menggunakan GPU Mali G76 MC4, seperti pada Helio G90T. Hanya saja untuk clock-nya ditingkatkan dari 800MHz menjadi 900MHz. Lalu pada dukungan memori, juga masih menggunakan LPDDR4X, hanya saja kapasitasnya ditingkatkan dari maksimal 10GB menjadi 12GB.

Perbedaan lainnya antara Helio G95 dan G90T yaitu pada Display, yang kini mendukung resolusi layar yang sedikit lebih besar yaitu 2520x1080p dari sebelumnya yaitu 2400x1080p. Tentunya untuk display juga memiliki dukungan refresh rate 90Hz.

pesifikasi lainnya yang ada pada Helio G95 ini yaitu seperti ISP yang mendukung kamera hingga 64MP, dengan perekaman video hingga 4K 30FPS dengan format HEVC, MiraVision HDR Video Playback, WiFi 5, dan Bluetooth 5.0.

Adapun Helio G95 juga masih ditujukan sebagai Soc untuk perangkat gaming kelas menengah. Rencananya produk smartphone yang akan mengadopsi SoC ini bakal segera tiba di bulan September 2020.

Sayangnya MediaTek belum menyebutkan secara detail produk smartphone apa yang akan menggunakan SoC barunya tersebut yang akan dikategorikan sebagai SoC gaming kelas menengah.

Sumber :
www.uma.ac.id
– https://gadget.jagatreview.com/2020/09/baru-dirilis-ini-perbedaan-helio-g95-dengan-helio-g90t/

Cara Melindungi Diri dari Omicron Bagi Yang Belum Vaksin

Omicron saat ini sedang dalam masa darurat sehingga pemerintah memberlakukan aturan PPKM hingga level 3. Meskipun para ahli banyak mengatakan bahwa gejala yang disebabkan omicron tidak terlalu parah dibandingkan dengan varian covid lainnya, namun ini hanya berlaku bagi yang sudah Vaksin maupun booster. akan tetapi hal yang paling dikhawatirkan dari varian Omicron ini adalah proses penyebarannya yang jauh lebih cepat dibandingkan varian covid lainnya. oleh karena itu, sangat di khawatirkan jika tertular atau terinfeksi bagi orang-orang yang belum melakukan vaksin, orang tua atau anak bayi, atau bagi penderita penyakit bawaan

Selain protokol kesehatan, saat ini vaksin Covid-19 memang jadi andalan untuk memberikan perlindungan buat tubuh. Hanya saja, saat ini vaksin belum menyentuh semua usia. Anak-anak usia di bawah 6 tahun belum memperoleh rekomendasi vaksin Covid-19. Oleh karenanya, orang tua harus mengupayakan perlindungan buat putra-putrinya yang masih balita.

Lalu, bagaimana langkah perlindungan untuk anak yang belum vaksin dari Covid-19 Omicron?

Dokter spesialis penyakit dalam, Prasna Pramita memberikan beberapa cara untuk melindungi anak, terutama usia balita, dari paparan Covid-10 varian Omicron. Berikut cara lindungi anak yang belum vaksin dari Omicron.

1. Batasi anak keluar rumah
Orang tua mungkin agak putus asa sebab melihat anak bosan di rumah, melakukan kegiatan yang sama terus-menerus, dan anak sama sekali tidak melihat ‘dunia luar’.

Namun, kata Prasna, langkah ini penting untuk meminimalisir risiko anak terpapar virus SARS-CoV-2.

Sementara itu, Jennifer Kwan, dokter keluarga di Ontario, Kanada, menambahkan risiko paparan meningkat seiring banyaknya kontak sosial dan durasi interaksi.

“Ini juga diperparah dengan status vaksinasi, masker yang tepat, ventilasi, jenis aktivitas, dan prevalensi di masyarakat setempat,” kata Kwan, seperti dikutip Today’s Parent.

2. Bersih-bersih sebelum interaksi dengan anak
Buat para orang tua yang masih bekerja di luar rumah, sangat penting untuk memastikan diri bersih dan sudah berganti pakaian tiap kali akan berinteraksi dengan anak.

“Orang tua kalau dari luar langsung mandi, jangan langsung pegang anak. Ganti baju dulu, baru main sama anak,” kata Prasna dalam temu media dan blogger bersama Natur-E, Rabu (16/2).

3. Berikan informasi buat anak
Anak perlu diberikan pengetahuan mengenai pandemi. Orang tua sebaiknya menjelaskannya sesuai usia anak agar mudah dipahami. Saat anak diberikan informasi yang tepat, langkah pencegahan pun akan lebih mudah dilakukan.

“Mengingat ketidakpastian dan informasi yang salah di luar sana, sulit bagi orang tua untuk menavigasi medan ini, jadi pikirkan saja betapa sulitnya bagi anak-anak Anda,” ujar Steven Meyers, profesor dan kepala departemen psikologi di Roosevelt University, seperti dikutip WebMD.

4. Suplemen vitamin
Kebutuhan gizi anak wajib dipenuhi. Namun kadang asupan pangan belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga orang tua perlu memberikan suplemen vitamin.

Prasna menyarankan orang tua memberikan anak suplemen berupa vitamin A, C, dan E untuk menunjang daya tahan tubuh anak.

5. Bersiap saat menemukan gejala
Tidak peduli seberapa hati-hati orang tua, anak kadang masih terpapar Covid-19. Oleh karenanya orang tua perlu bersiap dengan menyediakan persediaan obat maupun memegang kontak dokter keluarga jika ada. segera menghubungi dokter jika menemukan beberapa tanda bahaya. seperti  kesulitan bernapas, penurunan asupan cairan, lesu, dehidrasi, demam tinggi terus-menerus, kebingungan, dan muntah parah atau diare.

 

SUMBER :

  • https://uma.ac.id
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220217061143-255-760249/5-cara-lindungi-anak-yang-belum-vaksin-dari-omicron

Perbedaan gejala Omicron dan Delta

Omicron, varian baru virus corona telah terdeteksi di Indonesia. Mari mengenali perbedaan gejala Covid-19 Omicron dengan virus corona varian Delta yang sempat menghantam Indonesia pada Juli 2021 lalu. Kementerian Kesehatan mengumumkan kasus Covid-19 Omicron pertama di Indonesia pada Kamis 16 Desember 2021. Kasus perdana Covid-19 Omicron di Indonesia dialami oleh petugas kebersihan di Wisma Atlet yang merupakan pusat sarana untuk isolasi pasien Covid-19.

Omicron adalah nama varian baru virus corona SARS-CoV-2 tipe B.1.1.529. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan omicron sebagai varian yang menjadi perhatian sejak Jumat (26/11/2021). Sejak kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan, Covid-19 omicron hingga kini telah menyebar sedikitnya di 80 negara. Sebelum virus corona varian Omicron ini merebak, Covid-19 varian delta selama beberapa bulan menularkan Covid-19 di berbagai belahan dunia. Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali perbedaan Covid-19 varian omicron dan delta serta gejalanya yang perlu Anda ketahui.

Dilansir dari NPR, virus corona SARS-CoV-2 varian Omicron dan Delta sama-sama penyebab Covid-19. Penelitian menunjukkan, Covid-19 varian Delta dua kali lebih menular apabila dibandingkan varian sebelumnya. Selain itu, Covid-19 varian Delta terbukti menyebabkan infeksi yang parah dibandingkan varian sebelumnya apabila menyerang penderita yang belum divaksinasi. Menurut WHO, Covid-19 varian Omicron lebih menular dibandingkan varian lain, termasuk delta. Di beberapa kasus, Covid-19 varian Omicron menyebabkan gejala yang tidak terlalu parah. Terutama pada penderita yang sudah divaksinasi, usia muda, dan tanpa komorbid atau penyakit penyerta. Namun, data awal terkait tingkat keparahan infeksi virus corona baru ini masih terbatas dan penelitian masih berlanjut. Mengingat potensi penularan yang lebih tinggi seperti varian Delta, setiap orang perlu waspada karena Covid-19 dapat membebani sistem kesehatan. Selain itu, perlu diketahui bahwa Covid-19 varian Omicron dapat menginfeksi penyintas atau orang yang pernah terkena Covid-19.

Gejala Covid-19 varian Omicron Melansir Times of India, ada beberapa gejala Covid-19 varian Omicron yang jamak dirasakan penderitanya, yakni:

  • Nyeri otot
  • Berkeringat, terutama di malam hari
  • Demam ringan
  • Kelelahan atau mudah lelah padahal tidak banyak beraktivitas
  • Tenggorokan gatal
  • Sakit kepala
  • Batuk kering terus-menerus,
  • sesak napas,
  • nyeri dada apabila infeksi parah

Beberapa gejala Covid-19 varian omicron di atas relatif berbeda jika dibandingkan Covid-19 varian delta. Gejala demam penderita Covid-19 omicron relatif lebih ringan, serta tenggorokan biasanya hanya gatal dan tidak sampai nyeri.

Sementara itu, penderita Covid-19 varian delta jamak merasakan gejala demam tinggi, hidung tidak bisa mencium bau, lidah tidak peka rasa, dan tenggorokan sakit. Gejala Covid-19 varian delta Melansir Prevention, gejala Covid-19 varian delta yang sering dialami penderitanya, antara lain:

  • Demam dan menggigil kedinginan
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Anosmia atau hidung tidak bisa mencium bau
  • Lidah tidak peka
  • rasa Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mual atau muntah
  • Diare

Jika Anda merasakan beberapa gejala Covid-19 di atas, ada baiknya segera melakukan tes atau pemeriksaan Covid-19. Untuk melindungi diri dari Covid-19 varian omicron atau varian lainnya, segera dapatkan vaksinasi Covid-19. Selain itu, pastikan untuk menggunakan masker dengan benar, jaga jarak aman dari orang lain sedikitnya satu meter, sebisa mungkin lakukan aktivitas di ruangan terbuka, dan cuci tangan dengan benar.

Itulah perbedaan gejala Covid-19 varian Omicron dengan Delta. Tetap jalankan protokol kesehatan dan segera dapatkan vaksin Covid-19 untuk mencegah infeksi virus corona baik varian Omicron, Delta maupun lainnya. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kenali Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Omicron dan Delta”,

 

Sumber :

  • https://uma.ac.id
  • https://kesehatan.kontan.co.id/news/perbedaan-gejala-covid-19-varian-omicron-dan-delta-kenali-untuk-deteksi-dini
  • https://health.kompas.com/read/2021/12/16/200100368/kenali-perbedaan-gejala-covid-19-varian-omicron-dan-delta?page=all

 

Jika Anda merasakan beberapa gejala Covid-19 di atas, ada baiknya segera melakukan tes atau pemeriksaan Covid-19. Untuk melindungi diri dari Covid-19 varian omicron atau varian lainnya, segera dapatkan vaksinasi Covid-19. Selain itu, pastikan untuk menggunakan masker dengan benar, jaga jarak aman dari orang lain sedikitnya satu meter, sebisa mungkin lakukan aktivitas di ruangan terbuka, dan cuci tangan dengan benar.

 

Nonton MotoGP Mandalika, 20 Maret 2022

Penggemar balapan MotoGP bersiapkan untuk menyambut MotoGP Mandalika 2022 yang akan berlangsung Maret mendatang.

Sirkuit Mandalika NTB, masuk dalam kalender balapan MotoGP 2022, yang menggelar total 21 seri balapan di dunia.

Jadwal balapan akan dibuka denghan MotoGP Qatar di Sirkuit Losail sebagai balapan pembuka, 6 Maret 2022.

Setelah itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP 2022. Balapan MotoGP Indonesia 2022 akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Minggu 20 Maret 2022.

GP mania Tanah Air dapat menyaksikan keseruan perburuan gelar juara MotoGP 2022 melalui siaran langsung Trans7.

Jadwal Lengkap MotoGP 2022

6 Maret: Losail Circuit – MotoGP Qatar
20 Maret: Mandalika Street Circuit – MotoGP Indonesia
3 April: Termas de Rio Hondo – MotoGP Argentina
10 April: Circuit of the Americas – MotoGP Amerika Serikat
24 April: Portimao – MotoGP Portugal
1 Mei: Jerez – MotoGP Spanyol
15 Mei: Le Mans – MotoGP Prancis
29 Mei: Mugello – MotoGP Italia
5 Juni: Catalunya – MotoGP Catalunya
19 Juni: Sachsenring – MotoGP Jerman
26 Juni: Assen – MotoGP Belanda
10 Juli: KymiRing – MotoGP Finlandia
7 Agustus: Silverstone – MotoGP Inggris
21 Agustus: Red Bull Ring – MotoGP Austria
4 September: Misano – MotoGP San Marino
18 September: MotorLand Aragon – MotoGP Aragon
25 September: Motegi – MotoGP Jepang
2 Oktober: Buriram – MotoGP Thailand
16 Oktober: Phillip Island – MotoGP Australia
23 Oktober: Sepang – MotoGP Malaysia
6 November: Valencia – MotoGP Valencia.

Secara garis besar, ada beberapa kategori tiket nonton MotoGP Mandalika 2022 yang dijual oleh panitia. Setiap kategori tentu punya varian harga dan fasilitas yang berbeda-beda. Para penggemar yang hendak menonton langsung para rider kuda besi bertarung dapat memilih untuk membeli tiket, mulai dari kategori General Admission, Standard, Premium, dan VIP Hospitality Suites.

Untuk rincian lengkap harga tiket nonton MotoGP Indonesia 2022 di Mandalika, simak daftar harga tiket yang tersaji di bawah ini:

General Admission

  • Sesi latihan: Rp115 ribu
  • Sesi kualifikasi: Rp287,5 ribu
  • Sesi balapan/race: Rp575 ribu
  • Paket dua hari (Sabtu – Minggu): Rp805 ribu

Standard Grandstand

  • Sesi latihan: Rp230 ribu
  • Sesi kualifikasi: Rp747,5 ribu
  • Sesi balapan/race: Rp1,15 juta
  • Paket dua hari (Sabtu – Minggu): Rp1,725 juta

Premium Grandstand

  • Sesi latihan: Rp374 ribu Rp432 ribu
  • Sesi kualifikasi: Rp1,1 juta & Rp1,15 juta
  • Sesi balapan/race: Rp1,6 juta & Rp1,75 juta
  • Paket dua hari (Sabtu – Minggu): Rp2,3 juta & Rp2,6 juta

VIP Hospitality Suites (Tiga hari; Jumat – Minggu)

  • Premiere Class: Rp15 juta
  • Deluxe Class: Rp10 juta

Sementara, pembelian tiket nonton MotoGP Indonesia 2022 di Mandalika dapat dilakukan di website resmi MGPA. Namun harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu

Sumber :

  • https://surabaya.tribunnews.com/2022/01/11/siap-siap-nonton-motogp-mandalika-20-maret-2022-simak-jadwal-lengkap-motogp-2022-mulai-6-maret?page=3
  • https://uma.ac.id

Sirkuit Mandalika Indonesia di Mata Dunia

Pengamat bisnis dan brand, Yuswohady, mengatakan peresmian Sirkuit Mandalika menjadi sangat penting sebagai sebuah momentum rebound bagi Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi. Digelarnya World Superbike dan Moto GP di Sirkuit Mandalika akan menjadi wajah baru atau rebranding Indonesia di mata dunia.  “Peresmian sirkuit Mandalika jadi momentum curi start Indonesia keluar dari krisis pandemi. Dan momentum itu menjadi semakin manis dan dramatis dengan hadirnya foto Pak Presiden,” ujar Yuswohady di Jakarta (13/11/2021). Momen ini menurutnya jadi seperti klimaks karena sebelumnya di halaman pertama, New York Times (17/7/2021) menuliskan headline besar, ‘The Pandemic Has a New Epicentrum: Indonesia’. Gelombang kedua yang menghantam membuat Indonesia dicap sebagai “sarang” baru penyebaran Covid-19 di dunia. “Akibat ‘brand’ tersebut, dampaknya berbagai negara menutup pintu gerbang bagi Indonesia,” katanya.

Namun kemudian Indonesia cepat move-on. PPKM ketat dijalankan, vaksin digenjot, dan hasilnya luar biasa: kasus kematian akibat Covid-19 turun drastis. Berikutnya Indonesia balik dipuji dunia internasional sebagai salah satu negara yang paling berhasil menangani pandemi di momen yang tepat karena sirkuit Mandalika diresmikan. “Semoga gelombang ketiga tidak menghantam kita. Karena masa hampir dua tahun ini harusnya masyarakat sudah belajar bersikap new normal,” tambahnya.

berikut fakta-fakta menarik sirkuit Mandalika:
17 Tikungan, 40 Garasi
Sirkuit Mandalika memang dibangun sebagai sirkuit balap kelas dunia. Dengan panjang 4,31 km, sirkuit Mandalika memiliki total 17 tikungan yang siap ditaklukkan para pembalap dunia. Hal menarik lainnya ada pada area paddock (garasi untuk tim balap), yang mencapai 40 garasi. Garasi-garasi tersebut dibangun secara permanen dan di bagian atasnya terdapat ruang pers dan liputan.
70% Rampung
Per akhir Mei pembangunan sirkuit Mandalika telah mencapai 70%. Pekerjaan service road yang sudah teraspal sekitar 4.230 meter dari total 8.120 meter. Pengaspalan lapis pertama AC-Base di main track juga sudah mencapai 4,3 km dari total 4,3 km. Selain pengaspalan, ada juga pekerjaan lain yang dikerjakan secara bersamaan, yakni pengaspalan AC-Binder service road, penghamparan gravel bed, proses fabrikasi dan pemasangan concrete barrier dan pagar Debrish Fence, serta PitwallGeoburgg. Selain itu, ada juga pengerjaan landscaping pohon dan rumput, pekerjaan drainase permukaan sirkuit, dan pekerjaan fondasi Borepile bangunan Race Control.
Aspal dari Inggris
PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC) mendatangkan aspal khusus dari Inggris untuk lapisan paling atas trek. Sementara itu, lapisan aspal bagian bawah trek adalah asli buatan Indonesia. ITDC juga mendatangkan pagar pembatas yang berisi angin untuk di pinggiran sirkuit langsung dari Jerman. Namun untuk komponen lainnya, sirkuit Mandalika tetap mengandalkan produk buatan lokal NTB, salah satunya batu kerikil untuk Gravel sirkuit.
Menampung 195 ribu penonton
Mengutip dari Kompas.com, sirkuit Mandalika dapat menampung hingga sekitar 195 ribu penonton saat situasi normal atau tidak dalam keadaan pandemi COVID-19. Sementara di tengah pandemi diperkirakan hanya dapat mencapai 114 ribu penonton. Perhitungan ini didapatkan dari rincian 40% penonton lokal, dan sisanya adalah wisatawan mancanegara selama tiga hari gelaran MotoGP berlangsung.
Masuk Kalender MotoGP 2022
Rencananya pada tahun ini sirkuit Mandalika siap menggelar ajang balap MotoGP, namun batal karena situasi pandemi. Walau begitu, sirkuit Mandalika kembali dijadwalkan masuk kalender balap MotoGp musim mendatang yang rencananya akan digelar pada Maret 2022.
Masuk Kalender Superbike WSBK 2021
Sebelum dipakai untuk ajang balap MotoGP, sirkuit Mandalika akan digunakan terlebih dulu dalam ajang balap Superbike World (WSBK). Rencananya, sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah Superbike World seri ke-11 pada 11-14 November 2021 mendatang.
Sirkuit Mandalika Selesai Juli 2021
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menargetkan sirkuit Mandalika selesai pada Juli 2021. Sehingga nantinya akan siap menyelenggarakan Superbike World pada awal November 2021.
Dikelilingi Kawasan Wisata
Menjadi “Bali Baru” dan Kawasan Ekonomi Khusus, membuat Mandalika banyak nilai lebihnya. Selain dapat menikmati ajang balap motor bertaraf internasional, kita juga bisa menikmati tempat wisata yang ada di sekitarnya. Mulai dari Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, Pantai Kuta Mandalika, Pantai Gerupuk, hingga berkunjung ke Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende.
Bantu Ekonomi Kreatif Mandalika
Diperkirakan dengan gelaran ajang balap MotoGP di sirkuit Mandalika, dapat memberikan efek baik bagi sektor ekonomi kreatif sekitar. Sekurangnya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi 7.500 orang. Diharapkan pula nantinya dapat memberikan tambahan investasi lokal sebesar 150 juta dolar Amerika.
Ajang MotoGP diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia hingga 300 ribu orang per tahun. Bahkan, pencapaian ini tentunya diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan sport tourism unggulan di kawasan Asia. Jadi, sudah siap menyaksikan keseruan balap motor di sirkuit Mandalika?

 

Sumber :

  • https://ekbis.sindonews.com/read/598217/34/sirkuit-mandalika-jadi-rebranding-indonesia-di-mata-dunia-1636780304
  • https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Fakta_Fakta-Menarik-Sirkuit-Mandalika
  • https://uma.ac.id

“JARIMU HARIMAUMU” Etika Bersosial Media

Sejalan dengan perkembangan zaman, era media sosial juga berkembang pesat, membuat acara menjadi lebih efektif. Dulu, banyak orang menggunakan pepatah “Mulutmu harimaumu”, namun sekarang kata ini telah diubah menjadi “Jari-jarimu adalah macanmu”. Apalagi dalam situasi pandemi ini, setiap orang pasti berada di rumah, dan mereka harus lebih aktif menggunakan media sosial untuk bekerja, bersekolah, atau bahkan hanya untuk hiburan dan menghilangkan masalah di rumah

Pepatah “jarimu, macanmu” benar dan mengingatkan orang untuk lebih berhati-hati saat berbicara. Jangan sampai kata-kata kotor lepas dari jari kita, karena itu akan menunjukkan sifat negatif seseorang. Sejumlah orang dipenjara karena membuat komentar negatif di bagian komentar di media sosial, dan hanya karena postingan dan komentar di media sosial akhirnya berurusan dengan polisi karena perilaku jari.
Media sosial memang merupakan media online yang memberikan kemudahan bagi orang untuk berpartisipasi, berbagi dan membuat hal-hal seperti blog, forum, dan dunia maya. Media sosial juga biasanya digunakan sebagai sarana untuk mengungkapkan ketidakpuasan terhadap penggunanya, namun seringkali mereka mengabaikan etika dalam media sosial, sehingga menjadi bumerang dengan memposting sesuatu untuk dirinya sendiri.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membagikan postingan di media sosial. Pertama-tama Anda harus berhati-hati saat memposting konten. Anda harus memahami konten yang akan diposting agar tidak menyinggung orang lain atau hal-hal yang berkaitan dengan ras, agama, suku, dan keyakinan ras. Kedua, gunakan kalimat yang sopan dan sopan serta jangan menyinggung orang lain. Karena jika menggunakan kalimat kasar seperti itu pasti akan menimbulkan rasa iri atau dendam pada diri orang lain.
Psikolog Tika Bisono berpendapat bahwa ketika berbicara atau berkomentar di dunia maya, Anda harus berhati-hati saat berbicara, karena apa yang Anda ucapkan akan berdampak besar. Apalagi jika banyak teman di publik figur atau media sosial. Apa yang Anda katakan juga akan memengaruhi perusahaan, citra, dan status sosialnya.
Anda harus bijak dan pintar dalam menggunakan media sosial yang sebenarnya mudah. Anda hanya perlu MIKIR sebelum memposting sesuatu di media sosial.
M-Menghargai. Pastikan terlebih dahulu bahwa konten yang ingin Anda posting tidak menyinggung orang lain, dan jika Anda benar-benar ingin mengkritik dan mengkritik dengan sopan dan sopan, tidak perlu menghina.
I-Inspirasi. Di media sosial banyak terdapat postingan tanpa arah dan tujuan yang jelas, kebanyakan hanya postingan perasaan atau perasaan marah. Oleh karena itu, kami berharap konten yang dipublikasikan dapat memberikan hal-hal yang menginspirasi dan bermanfaat bagi yang melihatnya, yang mantap
K-kredibel. Sebelum memposting konten, sebaiknya pastikan bahwa informasi yang ingin Anda sampaikan benar atau tidak, sehingga orang lain yang melihat informasi tersebut tidak akan berbohong atau bingung dengan pencemaran nama baik.
I-Imbang. Informasi yang ingin Anda berikan melalui rilis harus dikomunikasikan sebagaimana adanya, tidak berlebihan atau dilemahkan.
R-Rasional. Sebelum berbagi postingan, alasan ini sangat penting, postingan tersebut harus bermakna agar postingan tersebut dapat mengedukasi orang lain yang melihat postingan tersebut, dan orang tersebut dapat membaca informasi dalam postingan dengan benar.
Banyak orang masuk penjara karena kiriman atau komentar mereka yang mengungkapkan kebencian atau penindasan terhadap orang lain. Hal ini dikarenakan adanya kebebasan berekspresi, namun masih terdapat batasan dalam kebebasan tersebut. Karena dalam batasan tersebut, orang lain tetap memiliki hak, dan sesama manusia biologis harus saling menghormati.
Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan sampai “jari-jari” Anda mengarahkan kami ke jeruji besi hanya persoalan berkomentar atau mempublikasikan sesuatu yang tidak boleh dilihat atau bahkan diterima seseorang. Ingatlah karena jarimu adalah harimaumu!!
sumber :
– https://kumparan.com/widiyantipaujiah18/slogan-mulutmu-harimaumu-jadi-jarimu-harimaumu-1ulxOha7S4d